Hubungan antara Kepatuhan Pencegahan VAP Bundle dan Insidensi Ventilator-Associated Pneumonia: Studi Retrospektif pada Unit Perawatan Intensif (ICU) di Indonesia = Association between VAP Bundle Compliance and Ventilator-Associated Pneumonia Incidence: A Single-Center Retrospective Study in an Indonesian ICU


SWARDHANI, ARIE RHOEDYAT (2025) Hubungan antara Kepatuhan Pencegahan VAP Bundle dan Insidensi Ventilator-Associated Pneumonia: Studi Retrospektif pada Unit Perawatan Intensif (ICU) di Indonesia = Association between VAP Bundle Compliance and Ventilator-Associated Pneumonia Incidence: A Single-Center Retrospective Study in an Indonesian ICU. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C135192009-xXUm0OP68kgLp7Fz-20251002120454.jpg

Download (201kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C135192009-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135192009-dp.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C135192009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien yang menjalani ventilasi mekanik, dengan tingkat insidensi yang bervariasi di berbagai ICU di Indonesia. Meskipun paket pencegahan berbasis bukti dapat mengurangi VAP, kepatuhan di dunia nyata seringkali tidak konsisten. Studi ini mengevaluasi hubungan antara kepatuhan terhadap paket VAP dan insidensi VAP pada pasien ICU di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2024. Metode: Peneliti melakukan studi analitik retrospektif (Januari–Desember 2024) yang mencakup dewasa yang diintubasi ≥48 jam dengan dokumentasi paket yang lengkap; pasien dengan pneumonia sebelumnya atau catatan yang tidak lengkap dikecualikan. VAP didefinisikan berdasarkan kriteria CDC. Kepatuhan terhadap paket lima elemen (peningkatan kepala tempat tidur, penghentian sedasi harian/kesiapan untuk melepas ventilator, pencegahan ulkus stres, pencegahan DVT, klorheksidin oral) dicatat setiap hari, dihitung sebagai persentase, dan dikategorikan sebagai 60% (3/5 elemen), 80% (4/5), atau 100% (5/5). Hubungan dengan VAP dianalisis secara statistik. Hasil : Dari 385 pasien yang menggunakan ventilator, VAP terjadi pada 92 pasien (23,9%); angka kematian pada kasus VAP mencapai 56,5% (52/92). Pengangkatan kepala tempat tidur menunjukkan tingkat kepatuhan tertinggi (91,5%), sedangkan pencegahan DVT memiliki tingkat kepatuhan terendah (3,1%). Pada kelompok VAP (n=92), 65 kasus terjadi pada tingkat kepatuhan 60% (70,7%), 24 kasus pada 80% (26,1%), dan 3 kasus pada 100% (3,3%). Tingkat kepatuhan yang lebih tinggi secara signifikan terkait dengan insidensi VAP yang lebih rendah (p = 0,001). Kesimpulan: Kepatuhan yang lebih tinggi terhadap pencegahan VAP Bundle secara signifikan terkait dengan penurunan insidensi VAP. Intervensi terarah, termasuk pendidikan staf yang intensif dan audit rutin, terutama fokus pada profilaksis DVT dan weaning ventilator harian, diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil luaran pada pasien di ICU.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ventilator Associated Pneumonia (VAP); prevention bundle; bundle adherence, Intensive Care Units (ICUs); mortality; Indonesia
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 13 Apr 2026 00:45
Last Modified: 13 Apr 2026 00:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55010

Actions (login required)

View Item
View Item