SAPUTRA, MUHAMMAD FAUZI (2025) HUBUNGAN RENAL RESISTIVE INDEX, INFERIOR VENA CAVA INDEX DAN TEKANAN VENA SENTRAL TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN GINJAL AKUT PADA PASIEN SAKIT KRITIS DENGAN RESIKO GANGGUAN GINJAL AKUT DI UNIT RAWAT INTENSIF = THE RELATIONSHIP RENAL RESISTIVE INDEX, INFERIOR VENA CAVA INDEX AND CENTRAL VENOUS PRESSURE ON THE INCIDENCE OF ACUTE RENAL FAILURE IN CRITICALLY ILL PATIENTS WITH RISK OF ACUTE RENAL FAILURE IN ICU. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C135211009-JYnj6hEeWzF1vwxI-20251002115736.jpg
Download (158kB) | Preview
C135211009-1-2.pdf
Download (780kB)
C135211009-dp.pdf
Download (252kB)
C135211009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Untuk mengevaluasi nilai prediktif Renal Resistive Index (RRI), Inferior Vena Cava Index (IVC), dan Tekanan Vena Sentral (CVP) terhadap kejadian Gangguan Ginjal Akut (AKI) pada pasien sakit kritis dengan risiko Gangguan Ginjal Akut di Unit Rawat Intensif (ICU). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan desain kohort prospektif. Studi ini dilakukan pada Januari 2025. Studi ini menggunakan data primer dan sekunder (rekam medis) dari pasien di ICU Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Studi ini melibatkan 54 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 17 pasien dengan AKI dan 37 pasien tanpa AKI. Parameter yang diukur meliputi Renal Resistive Index (RRI), Inferior Vena Cava Index (IVC), dan Tekanan Vena Sentral (CVP) untuk memprediksi Gangguan Ginjal Akut (AKI). Selain itu, kadar urea dan kreatinin juga diukur. Hasil: RRI menunjukkan korelasi yang kuat dan signifikan dengan ureum (r = 0.724, p < 0.001) dan kreatinin (r = 0.738, p < 0.001). Analisis kurva ROC menunjukkan RRI memiliki kemampuan prediktif tertinggi terhadap insidensi AKI (AUC 0.96, sensitivitas 94,1%, spesifisitas 94,6%, p < 0.001). RRI juga secara signifikan berkorelasi dengan AKI berdasarkan klasifikasi KDIGO, di mana sebagian besar pasien dengan RRI > 0,75 berada pada grade 1 hingga 3, sementara pasien dengan RRI <0,75 berada pada grade 0 (p < 0,001). Sementara itu, IVC tidak menunjukkan korelasi signifikan, dan CVP hanya menunjukkan korelasi lemah namun signifikan dengan ureum (r = 0,273, p = 0,048), dengan nilai AUC rendah (0,63) dan tidak signifikan (p > 0,05) untuk prediksi AKI. Kesimpulan: RRI memiliki nilai prediktif yang signifikan terhadap insidensi AKI pada pasien kritis di ICU dan berkorelasi dengan tingkat keparahan AKI berdasarkan klasifikasi KDIGO. Sebaliknya, IVC dan CVP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan insidensi AKI. Oleh karena itu, RRI dapat digunakan sebagai alat non-invasif potensial untuk deteksi dini dan penilaian risiko AKI pada pasien kritis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Acute Kidney Injury, Renal Resistive Index, Inferior Vena Cava Collapsibility Index, Central Venous Pressure, ICU |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 00:21 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 00:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55008 |
