ZAINUDDIN, ANDI NURHAERANI (2026) EFEKTIVITAS KEMOPROFILAKSIS RIFAMPISIN PADA KONTAK KUSTA DI PULAU BONERATE, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR: ANALISIS SEROLOGI IGM ANTI-PGL1, DETEKSI DNA MYCOBACTERIUM LEPRAE, DAN DISTRIBUSI SPASIAL = EFEKTIVITAS KEMOPROFILAKSIS RIFAMPISIN PADA KONTAK KUSTA DI PULAU BONERATE, KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR: ANALISIS SEROLOGI IGM ANTI-PGL1, DETEKSI DNA MYCOBACTERIUM LEPRAE, DAN DISTRIBUSI SPASIAL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013211028-4gAS2ifbusnBoalF-20260123195611.jpg
Download (420kB) | Preview
C013211028-1-2.pdf
Download (503kB)
C013211028-dp.pdf
Download (376kB)
C013211028-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 January 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis terpencil, termasuk Pulau Bonerate, Sulawesi Selatan. Deteksi infeksi subklinis pada kontak kusta serta pemahaman pola spasial penularan sangat penting untuk mendukung strategi eliminasi kusta. Pemeriksaan serologi IgM anti–phenolic glycolipid-1 (PGL-1), deteksi DNA Mycobacterium leprae melalui PCR, serta analisis spasial dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika transmisi dan dampak kemoprofilaksis rifampisin. Tujuan: menganalisis efektivitas kemoprofilaksis rifampisin pada kontak kusta di Pulau Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui analisis perubahan kadar antibodi IgM anti–PGL-1, keberadaan DNA Mycobacterium leprae berdasarkan pemeriksaan PCR, serta distribusi spasial kontak kusta berdasarkan status serologi IgM anti–PGL-1.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan rancangan kuasi-eksperimental one-group pre–post test. Subjek penelitian terdiri dari 27 pasien kusta dan 78 kontak kusta. Pemeriksaan IgM anti–PGL-1 dilakukan sebelum dan 12 bulan setelah pemberian kemoprofilaksis rifampisin dosis tunggal pada kontak. Pemeriksaan PCR M. leprae dilakukan pasca-intervensi menggunakan swab hidung. Analisis spasial dilakukan berbasis koordinat geografis menggunakan metode buffer ≤50 meter dan Nearest Neighbor Index (NNI). Analisis statistik meliputi uji Mann–Whitney, Wilcoxon, Chi-square, dan Fisher’s exact test.Hasil:Median kadar IgM anti–PGL-1 pada pasien secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontak (p = 0,001). Setelah kemoprofilaksis rifampisin, kadar IgM anti–PGL-1 pada kontak menurun secara bermakna (p = 0,045), dengan penurunan lebih nyata pada kelompok kontak seropositif (p = 0,002). Nilai Ct PCR M. leprae pada pasien lebih rendah dibandingkan kontak (p < 0,001), menunjukkan beban bakteri yang lebih tinggi. Distribusi spasial pasien dan kontak membentuk pola klaster yang signifikan (NNI < 1; p < 0,001). Setelah kemoprofilaksis, jumlah titik klaster kontak seropositif menurun Kesimpulan: efektivitas kemoprofilaksis rifampisin pada kontak kusta di Pulau Bonerate menunjukkan penurunan indikator serologis, temuan molekuler, dan distribusi spasial risiko, sehingga pendekatan serologi dan spa sial dapat digunakan sebagai indikator awal dalam evaluasi dampak kemoprofilaksis pada wilayah endemis kusta dengan karakteristik kepulauan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis spasial, IgM anti–PGL-1, Kemoprofilaksis rifampisin, Kusta, PCR Mycobacterium leprae, Pulau Bonerate. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 23:52 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 23:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54987 |
