PROSES BRIDGING SEORANG NON-AKADEMISI MENJADI AKADEMISI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU: PENDEKATAN KUALITATIF = THE BRIDGING PROCESS OF A NON-ACADEMIC INTO AN ACADEMIC AT THE MEDICAL FACULTY OF RIAU MUHAMMADIYAH UNIVERSITY: A QUALITATIVE APPROACH


BONIEGHT, YULIS (2025) PROSES BRIDGING SEORANG NON-AKADEMISI MENJADI AKADEMISI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU: PENDEKATAN KUALITATIF = THE BRIDGING PROCESS OF A NON-ACADEMIC INTO AN ACADEMIC AT THE MEDICAL FACULTY OF RIAU MUHAMMADIYAH UNIVERSITY: A QUALITATIVE APPROACH. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C012232002-gnCMv4krbjA0Z2NE-20251002101912.jpg

Download (331kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C012232002-1-2.pdf

Download (342kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C012232002-dp.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C012232002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 September 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Studi ini mengeksplorasi proses bridging profesional non-akademik yang beralih ke peran akademik di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan utama, faktor pendukung dan penghambat, serta peran dukungan kelembagaan dalam memfasilitasi transisi. Menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam. Sebanyak 26 anggota fakultas dengan latar belakang non-akademisi, dan 10 di antaranya dipilih menggunakan teknik purposive sampling, untuk wawancara berdasarkan variasi respons. Dua informan ahli juga diwawancarai untuk memastikan triangulasi data. Analisis tematik dilakukan menggunakan perangkat lunak MAXQDA untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dari narasi. Hasil pada temuan tersebut mengungkapkan tiga tema utama: (1) Motivasi intrinsik seperti keinginan pribadi, kontribusi sosial, dan komitmen spiritual mendorong transisi; (2) Tantangan signifikan meliputi kurangnya pelatihan pedagogis, tidak adanya bimbingan formal, peningkatan beban kerja, dan stres; dan (3) Strategi adaptif meliputi program bimbingan institusional, peluang pengembangan profesional, dan manajemen waktu pribadi. Studi ini menekankan pentingnya orientasi terstruktur dan transformasi pola pikir dalam keberhasilan mengintegrasikan klinisi non-akademik ke dalam peran akademis. Wawasan ini berkontribusi pada perancangan program pengembangan fakultas yang lebih efektif dalam lembaga medis berbasis agama di Indonesia dan sekitarnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: transisi akademik, pendidikan kedokteran, pengembangan fakultas, klinisi-pendidik, penelitian kualitatif
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 08 Apr 2026 01:56
Last Modified: 08 Apr 2026 01:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54985

Actions (login required)

View Item
View Item