MA'ARIF A., MUHAMMAD KHAERUL (2025) PERBANDINGAN ANTARA KOMBINASI IBUPROFEN DAN PARACETAMOL DENGAN KETOROLAK DAN PARACETAMOL PADA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI GINEKOLOGI (TINJAUAN TERHADAP DERAJAT NYERI, PROFIL KOAGULASI, DAN KADAR INTERLEUKIN-6) = COMPARISON OF IBUPROFEN AND PARACETAMOL COMBINATOON WITH KETOROLAC AND PARACETAMOL INPATIENTS UNDERGOING GYNECOLOGIC SURGERY:A REVIEW OF PAIN LEVEL, COAGULATION PROFILE, AND INTERLEUKIN-6 LEVELS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C135202004-CJ3sMqEIOZg8fhNV-20251002095142.jpg
Download (429kB) | Preview
C135202004-1-2.pdf
Download (949kB)
C135202004-dp.pdf
Download (534kB)
C135202004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Manajemen nyeri pascaoperasi dalam bedah ginekologi masih menjadi tantangan yang signifikan, dengan banyak pasien mengalami nyeri sedang hingga berat meskipun telah dilakukan intervensi analgesik standar. Risiko komplikasi, seperti perdarahan dan pemulihan yang lama, meningkat akibat penggunaan analgesik tertentu, yang menekankan perlunya strategi manajemen nyeri yang optimal. Penelitian ini membandingkan efikasidua rejimen analgesik multimodal, ibuprofen-parasetamol dan ketorolak-parasetamol, terhadap nyeri, koagulasi, dan kadar IL-6. Metode: Uji coba acak tersamar ganda dilakukan terhadap 40 pasien yang menjalani bedah ginekologi. Kelompok 1 menerima ibuprofen IV (400 mg) + parasetamol ( 1000 mg); Kelompok 2 menerima ketorolak IV (30 mg) + parasetamol ( 1000 mg). Nyeri (NRS), waktu pembekuan (CT), waktu perdarahan (BT), dan IL-6 dinilai pada 6, 24, dan 48jam pascaoperasi. Hasil: Skor nyeri dan CT scan tidak berbeda secara signifikan antar kelompok. Kelompok ketorolak menunjukkan peningkatan BT yang signifikan pada 24 dan 48 jam (p<0,05), sementara kelompok ibuprofen memiliki kadar IL-6 yang secara signifikan lebih rendah pada 24jam (p<0,05). Kesimpulan: Kedua rejimen sama-sama efektif dalam mengendalikan nyeri. Namun, ketorolak-parasetamol secara signifikan memperpanjang waktu perdarahan, sedangkan ibuprofen-parasetamol lebih efektif dalam mengurangi inflamasi dengan menurunkan kadar IL-6. Perbedaan ini perlu dipertimbangkan, terutama pada pasien yang berisiko perdarahan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Nyeri, Analgesik Multimodal, Profil Koagulasi, Interleukin-6, Ibuprofen, Ketorolak, Parasetamol, Bedah Ginekologi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 01:38 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 01:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54984 |
