HIDAYATI, HIDAYATI (2025) Efektivitas Pijat Oksitosin Terhadap Perubahan Hormon Oksitosin Dan Hormon Prolaktin Serta Produksi Asi Pada Postpartum Blues=EFFECTIVENESS OF OXYTOCIN MASSAGE ON CHANGES IN OXYTOCIN AND PROLACTIN HORMON AND BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM BLUES. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013211027-inXFlYpNStGBMZQf-20251007142022.jpg
Download (298kB) | Preview
C013211027-1-2.pdf
Download (1MB)
C013211027-dp.pdf
Download (216kB)
C013211027-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 September 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Hidayati. Postpartum blues merupakan gangguan adaptasi ringan yang memengaruhi kondisi psikologis dan fisiologis ibu pasca persalinan, termasuk produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pijat oksitosin dalam mengurangi gejala postpartum blues, meningkatkan kadar hormon oksitosin dan prolaktin, serta meningkatkan produksi ASI (dibimbing oleh Muhammad Syafar, Saidah Syamsuddin dan Elizabet Catherine Jusuf). Penelitian menggunakan Studi kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian dilakukan di RSKDIA Pertiwi dan RSKDIA Siti Fatimah, Makassar, pada Februari–November 2024, melibatkan 68 ibu dengan postpartum blues yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan mendapat intervensi pijat oksitosin dan kelompok kontrol tidak di berikan pijat oksitosin (n = 34). Skrining postpartum blues menggunakan kuesioner EPDS, kadar oksitosin dan prolaktin diukur dengan metode ELISA, serta produksi ASI dinilai dari berat badan bayi, frekuensi, dan durasi menyusui. Analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan penurunan skor EPDS lebih besar pada kelompok perlakuan (13,44 ± 2,765 menjadi 12,12 ± 3,832) dibanding kontrol (13,97 ± 3,196 menjadi 13,26 ± 2,864) (p < 0,001). Kadar oksitosin meningkat signifikan pada kelompok perlakuan (47,57 ± 10,42 pg/mL menjadi 52,62 ± 11,33, p = 0,001), sedangkan pada kontrol tidak signifikan (p = 0,007). Kadar prolaktin meningkat signifikan pada kelompok perlakuan (80,41 ± 10,30 ng/mL menjadi 102,23 ± 11,66 ng/mL, p = 0,000), namun tidak pada kontrol (p = 0,089). Pijat oksitosin merupakan terapi komplementer yang efektif meningkatkan kadar oksitosin dan prolaktin serta berkontribusi pada peningkatan produksi ASI dan mengurangi gejala postpartum blues.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Pijat Oksitosin, postpartum blues, hormon oksitosin, hormon prolaktin, produksi ASI |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 01:29 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 01:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54983 |
