KAJIAN MORFOMETRIS PHARYNGEAL JAWS PADA IKAN KAKATUA (parrotfish) DI DESA BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA = Morphometric Study of Pharyngeal Jaws of Parrotfish of Bontobahari Village, Bulukumba Regency


HASTUTI, HASTUTI (2025) KAJIAN MORFOMETRIS PHARYNGEAL JAWS PADA IKAN KAKATUA (parrotfish) DI DESA BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA = Morphometric Study of Pharyngeal Jaws of Parrotfish of Bontobahari Village, Bulukumba Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C031211025-xRdKA15nWfZ9ctae-20251007134843.jpeg

Download (37kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C031211025-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C031211025-dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C031211025-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Ikan kakatua (parrotfish) memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang melalui aktivitas makan yang unik, terutama dengan menggunakan rahang faring (pharyngeal jaws) untuk mengikis substrat keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometris rahang faring ikan kakatua dan hubungannya dengan kesehatan ekosistem laut di Desa Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfometri ikan kakatua sebagai indikator kesehatan ekosistem laut, dan mengidentifikasi karakteristik morfometris rahang faring serta perannya dalam menghasilkan pasir putih. Metode. Penelitian menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif dengan pengukuran morfometrik tubuh ikan, pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk menganalisis struktur rahang faring, serta Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS) untuk mengetahui komposisi mineral. Sampel terdiri dari 10 ekor ikan kakatua dengan ukuran 15–35 cm yang diambil dari perairan Desa Bontobahari. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan variasi morfometrik yang signifikan antarspesies ikan kakatua, dengan rata-rata panjang total 22.01 cm dan berat badan 250.66 gram. Analisis SEM mengungkap perbedaan struktur permukaan rahang faring, di mana bagian bawah lebih kasar dan beradaptasi untuk menghancurkan substrat keras. Kandungan mineral utama pada rahang faring meliputi karbon (37.1–55.6%), fluorin (2.3–4.7%), dan fosfor (0.8–2.1%). Kualitas air laut berada dalam kisaran optimal untuk terumbu karang, meskipun kadar nitrat melebihi baku mutu. Kesimpulan. Rahang faring ikan kakatua memiliki adaptasi struktural dan komposisi mineral yang mendukung fungsinya dalam mengikis substrat keras, berkontribusi pada produksi pasir putih dan kesehatan terumbu karang. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran ekologis ikan kakatua serta rekomendasi untuk pemantauan kualitas air guna menjaga kelestarian ekosistem.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Energy Dispersive x-ray Spectroscopy (EDS), Morfometrik Scanning Electron Microscopy (SEM); Scaridae; ekosistem terumbu karang
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 08 Apr 2026 00:11
Last Modified: 08 Apr 2026 00:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54980

Actions (login required)

View Item
View Item