EFEK TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY TERHADAP GEJALA KLINIS, PERILAKU ABERRANT DAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME = THE EFFECT OF TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY ON CLINICAL SYMPTOMS, ABERRANT BEHAVIOR, AND QUALITY OF LIFE IN CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER


RENALDI, RINVIL (2025) EFEK TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY TERHADAP GEJALA KLINIS, PERILAKU ABERRANT DAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME = THE EFFECT OF TOTAL ANTIOXIDANT CAPACITY ON CLINICAL SYMPTOMS, ABERRANT BEHAVIOR, AND QUALITY OF LIFE IN CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C013221006-VCG0O4SwDTPqfFbd-20251008152007.jpg

Download (314kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C013221006-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C013221006-dp.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C013221006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 September 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK RINVIL RENALDI. Efek Total Antioxidant Capacity terhadap Gejala Klinis, Perilaku Aberrant, dan Kualitas Hidup pada Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme. (Dibimbing oleh Andi Jayalangkara Tanra, Tjhin Wiguna, Antonio Persico, Martira Maddepungeng, Aminuddin, Irfan Idris). Latar belakang. Gangguan Spektrum Autisme (GSA) sering disertai ketidakseimbangan redoks yang dapat memperburuk gejala klinis. Vitamin E dan C sebagai antioksidan non-enzimatik berpotensi memperbaiki status redoks melalui mekanisme kerja sinergis. Tujuan. Mengevaluasi pengaruh suplementasi vitamin E dan C terhadap TAC urin, gejala klinis (CGI-S, CARS), perilaku iritabilitas (ABC-I), dan kualitas hidup (PedsQL™) pada anak dengan GSA yang mendapat risperidone. Metode. Uji klinis teracak dilakukan pada anak usia 3–9 tahun dengan GSA. Subjek dibagi menjadi kelompok perlakuan (risperidone + vitamin E & C) dan kelompok kontrol (risperidone). TAC urin dan skala klinis diukur pada baseline, minggu ke-6, dan minggu ke-12. Hasil. TAC urin kelompok perlakuan menurun signifikan pada minggu ke-6 (p < 0.001; d = 0.521), namun tidak berbeda pada minggu ke-12. Kelompok perlakuan menunjukkan perbaikan signifikan pada CGI-S (p < 0.01) dan penurunan ABC-I (p < 0.001), sedangkan CARS dan PedsQL™ tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Korelasi negatif sedang antara TAC urin dan CGI-S (r = –0.538) mendukung bahwa penurunan TAC urin terkait dengan perbaikan klinis. Kesimpulan. Suplementasi vitamin E dan C meningkatkan efisiensi penggunaan antioksidan intraseluler dan berkontribusi terhadap perbaikan iritabilitas. TAC urin berpotensi menjadi biomarker respons biologis awal pada anak GSA. Kata kunci: stres oksidatif, vitamin E dan C, total antioxidant capacity, biomarker, kualitas hidup.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: stres oksidatif, vitamin E dan C, total antioxidant capacity, biomarker, kualitas hidup.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 02 Apr 2026 05:13
Last Modified: 02 Apr 2026 05:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54919

Actions (login required)

View Item
View Item