PABIMBIN, ANGGITA ARUNG (2024) ANALISIS KADAR KREATININ PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM AKHIR SETELAH MENJALANI DUA SIKLUS HEMODIALISIS DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR TAHUN 2022 = ANALYSIS OF CREATININE LEVELS IN PATIENTS WITH END STAGE CHRONIC KIDNEY DISEASE AFTER UNDERGOING TWO CYCLES OF HEMODIALYSIS AT RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR IN 2022. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211256- Sampul.jpeg
Download (165kB) | Preview
C011211256-1-2.pdf
Download (253kB)
C011211256-dp.pdf
Download (96kB)
C011211256-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 November 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
LATAR BELAKANG: Penyakit ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal menahun yang bersifat progresif dan irreversible dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) < 60 ml/min/1,73m2, yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Derajat keparahan penyakit ginjal kronik dapat diukur dengan perkiraan filtrasi glomerulus berdasarkan kreatinin serum (eGFR) yang menunjukkan fungsi ekskresi ginjal dan peningkatan albumin urin. Pada penyakit ginjal kronik stadium 5, yaitu dengan LFG <15 ml/min/1,73m2 terapi yang dapat dilakukan yaitu terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Tindakan hemodialisis berperan dalam mengganti fungsi ginjal seperti fungsi filtrasi dan ekskresi untuk sementara. Sehingga, terapi ini dapat menurunkan kadar kreatinin dalam darah. METODE: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yang menggunakan data retrospektif dengan mengamati data sekunder berupa rekam medis selama periode Januari 2022- Desember 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling dimana seluruh calon responden yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam penelitian dan yang tidak memenuhi akan dieksklusi. . Analisis data menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21, Microsoft Office Word 2013, dan Microsoft Excel 2013. HASIL: Sampel penelitian sebanyak 94 pasien dan 82 (87,2%) diantaranya merupakan pasien gagal ginjal tahap akhir (stadium 5). Kadar kreatinin pasien sebelum dan sesudah menjalani dua siklus hemodialisa mengalami penurunan yang ditunjukkan melalui uji wilcoxon dengan nilai Z sebesar -4,178 dan p-value 0,000.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisa, Kreatinin |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 05:23 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 05:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54917 |
