ABDULLATIEF, MUHAMMAD MIKHAIL (2025) KARAKTERISTIK PENDERITA HIRSCHSPRUNG DISEASE DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2023 = CHARACTERISTICS OF PATIENTS WITH HIRSCHSPRUNG DISEASE AT RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO FOR THE PERIOD OF JANUARY – DECEMBER 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211242-AJRfQDXspkYbOqZB-20250408143207.jpg
Download (576kB) | Preview
C011211242-1-2.pdf
Download (1MB)
C011211242-dp.pdf
Download (564kB)
C011211242-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hirschsprung Disease adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion di pleksus mienterikus dan submukosa usus, menyebabkan gangguan motilitas usus. Penyakit ini dapat berujung pada komplikasi serius seperti enterokolitis dan obstruksi usus jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penderita Hirschsprung Disease di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari – Desember 2023 berdasarkan faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, hasil pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi, lama rawat inap, manajemen operasi, Skor HAEC serta kelainan penyerta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dan Pembahasan: Hirschsprung Disease di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada periode Januari – Desember 2023 lebih banyak terjadi pada laki-laki (62,7%) dan kelompok usia 1-6 tahun (32%). Tipe yang paling sering ditemukan adalah Ultrashort segment (56%) berdasarkan radiologi, dengan negative staining (96%) pada pemeriksaan patologi anatomi. Mayoritas pasien menjalani prosedur pull-through (62,6%) dan memiliki lama rawat inap 3-14 hari (42,7%). Sebanyak 56% pasien memiliki skor HAEC ≥10, menunjukkan risiko tinggi mengalami enterokolitis. Mayoritas pasien tidak memiliki kelainan penyerta (86,7%).. Kesimpulan: Mayoritas penderita Hirschsprung Disease di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar adalah laki-laki, dengan usia terbanyak 1–6 tahun, didominasi tipe ultrashort segment yang sering terlambat terdiagnosis akibat gejala ringan. Pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan mayoritas kasus memiliki hasil negative staining, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor usia dan teknik biopsi. Sebagian besar pasien menjalani rawat inap 3–14 hari, dengan prosedur pull-through lebih sering digunakan dibandingkan ostomi untuk mempercepat pemulihan. Hirschsprung- Associated Enterocolitis (HAEC) ditemukan pada hampir setengah dari pasien, menegaskan pentingnya deteksi dini dan manajemen tepat guna meningkatkan prognosis penderita.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hirschsprung Disease, karakteristik pasien, Hirschsprung-Associated Enterocolitis, pull-through, ultrashort segment |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 01:10 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 01:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54833 |
