LESTARI, MAHARANI AYU (2025) PERANGKAT TERAPI SMART BANDAGE = THERAPEUTIC SMART BANDAGE DEVICE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
D032211007-n5iGleJTruVAk9qL-20260120092627.jpg
Download (120kB) | Preview
D032211007-1-2.pdf
Download (3MB)
D032211007-dp.pdf
Download (46kB)
D032211007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 December 2027.
Download (15MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Gangguan nyeri otot atau spasme merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang umum terjadi dan berdampak pada aktivitas harian, terutama pada pekerja dengan postur statis atau aktivitas fisik berat. Terapi panas telah lama digunakan untuk meredakan nyeri otot karena kemampuannya meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot. Namun, metode konvensional seperti hot pack atau terapi inframerah memiliki keterbatasan dalam pengaturan suhu dan portabilitas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Perangkat Terapi Smart Bandage dan juga untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis substrat berbahan tekstil pada antena terhadap kinerja Perangkat Terapi Smart Bandage. Metode. Dilakukan perancangan dan simulasi dua jenis antena tekstil mikrostrip berbasis bahan katun dan polimer menggunakan perangkat lunak Ansys HFSS pada frekuensi kerja 2,4 GHz. Parameter utama yang dianalisis meliputi S₁₁ (return loss), VSWR, dan pola radiasi. Modul pemanas, yang terdiri atas sensor suhu MAX6675, elemen pemanas berbasis lilitan tembaga, MOSFET relay, dan mikrokontroler ESP32-WROOM-32U yang mengontrol sistem pemanasan otomatis dengan rentang suhu kerja hingga ±51 °C. Tahap ketiga yaitu integrasi sistem dan pengujian perangkat terhadap 25 pasien dengan keluhan nyeri otot menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebagai alat ukur tingkat nyeri. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antena tekstil berbahan katun memiliki kinerja lebih baik dibandingkan antena berbahan polimer, dengan nilai S11 -21,1330, VSWR 1,2435, dan pola radiasi yang lebih stabil serta terarah. Pada pengujian modul pemanas, sistem mampu mempertahankan suhu sesuai pengaturan dengan kontrol otomatis berbasis umpan balik (feedback control) sebanyak 99% dan pemanasan efektif 0,014 °C/detik. Hasil uji klinis menunjukkan adanya penurunan rata-rata 1,9 poin atau ± 19% pada skala VAS, dengan efek paling signifikan pada pasien yang mengalami nyeri otot kronis serta uji kelayakan mencapai 86,50%. Kesimpulan. Perangkat Terapi Smart Bandage yang dikembangkan mampu berfungsi secara efektif, aman, dan adaptif sebagai sistem terapi panas berbasis tekstil elektronik. Perangkat ini memiliki potensi pengembangan lebih lanjut menuju desain yang lebih fleksibel dan terintegrasi penuh (100%) dengan distribusi panas yang merata untuk meningkatkan kenyamanan serta efektivitas terapi. Dalam hal komunikasi nikabel pada Perangkat Terapi Smart Bandage yang menggunakan antena tekstil, menunjukkan performa yang lebih baik pada antena berbahan katun dibandingkan antena berbahan polimer. Perbedaan ini dipengaruhi oleh konstanta dielektrik yang lebih rendah, sifat mekanik substrat yang lebih stabil, serta minimnya distorsi akibat proses fabrikasi, yang secara keseluruhan berkontribusi pada efisiensi radiasi dan pencocokan impedansi yang lebih optimal.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Smart Bandage, tekstil elektronik, antena tekstil, ESP32, BLE, terapi panas, VAS, nyeri otot. |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 06:40 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 06:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54804 |
