WIBOWO, ANDRIANO ARIE (2025) PERBANDINGAN KOMBINASI FLUTICASONE FUROATE DAN CETIRIZINE DENGAN FLUTICASONE FUROATE DAN MONTELUKAST TERHADAP JUMLAH EOSINOFIL MUKOSA HIDUNG SERTA PERBAIKAN GEJALA KLINIS PADA PASIEN RINITIS ALERGI PERSISTEN SEDANG BERAT = COMPARISON OF THE COMBINATION OF FLUTICASONE FUROATE AND CETIRIZINE WITH FLUTICASONE FUROATE AND MONTELUKAST ON NASAL MUCOSAL EOSINOPHIL COUNT AND CLINICAL SYMPTOM IMPROVEMENT IN PATIENTS WITH MODERATE TO SEVERE PERSISTENT ALLERGIC RHINITIS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C035202001-0Tcg9Uv4odwnsYH6-20250313220639.jpg
Download (230kB) | Preview
C035202001-1-2.pdf
Download (1MB)
C035202001-dp.pdf
Download (271kB)
C035202001-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ANDRIANO ARIE WIBOWO. Perbandingan kombinasi fluticasone furoate dan cetirizine dengan fluticasone furoate dan montelukast terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung serta perbaikan gejala klinis pada pasien rinitis alergi persisten sedang berat (dibimbing oleh Abdul Qadar Punagi, Aminudddin Azis, dan Andi Alfian Zainuddin). Rinitis alergi merupakan penyakit inflamasi yang diperantarai IgE, ditandai hidung tersumbat, rinore, bersin, gatal serta mata berair akibat terpapar alergen. Prevalensinya diperkirakan 10-25% populasi dunia. Penelitian ini membandingkan efektifitas Fluticasone Furoate dan Cetirizine dengan Fluticasone Furoate dan Montelukast terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung serta perbaikan gejala klinis pada pasien rinitis alergi persisten sedang berat di RSUP.Dr.Wahidin Sudirohusodo dengan metode observasional analitik dan kohort prospektif. Terdapat 30 partisipan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan Fluticasone Furoate selama 4 minggu dan Cetirizine selama 2 minggu. Kelompok ke 2 mendapatkan Fluticasone Furoate selama 4 minggu dan Montelukast selama 2 minggu. Dilakukan pemeriksaan Visual Analogue Scale (VAS) dan Jumlah eosinofil mukosa hidung sebelum pengobatan, 2 minggu dan 4 minggu setelah pengobatan. Analisis statistik menggunakan SPSS 25.0, dilakukan uji normalitas, univariat dan bivariat. Sebanyak 30 partisipan dengan rerata usia 34,33 tahun, jenis kelamin terbanyak perempuan (63,3%). Didapatkan hasil signifikan dari perbaikan gejala klinis berdasarkan VAS rinore, obstruksi nasi, bersin berseri, mata gatal dan berair pada kedua kelompok penelitian (p<0,001), tidak ditemukan perbedaan signifikan dari perbandingan kedua kelompok kombinasi pengobatan dalam kemampuannya menurunkan VAS setiap gejala klinis (p>0,05). Terdapat hasil signifikan dari penurunan jumlah eosinofil mukosa hidung kedua kelompok penelitian (p<0,001) dan kelompok ke 2 lebih baik dalam menurunkan jumlah eosinofil mukosa hidung setelah 2 minggu (p=0,023). Fluticasone Furoate dan Cetirizine sama baiknya dengan Fluticasone Furoate dan Montelukast dalam menurunkan VAS pasien rinitis alergi persisten sedang berat. Fluticasone Furoate dan Montelukast lebih baik dalam menurunkan jumlah eosinofil mukosa hidung pasien rinitis alergi persisten sedang berat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rinitis Alergi, Fluticasone Furoate, Cetirizine, Montelukast, VAS, Eosinofil |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 00:12 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 00:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54795 |
