INOVASI BIOMATERIAL NANOKALSIUM CANGKANG KERANG HIJAU DAN NANOKITOSAN KULIT UDANG DALAM PENINGKATAN DENSITAS ENAMEL PADA TIKUS WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) = INNOVATION OF GREEN MUSSELS SHELL NANOCALCIUM AND SHRIMP SHELL NANOCHITOSAN BIOMATERIALS IN INCREASING ENAMEL DENSITY IN MALE WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS)


WAHYUNI, ANDI (2025) INOVASI BIOMATERIAL NANOKALSIUM CANGKANG KERANG HIJAU DAN NANOKITOSAN KULIT UDANG DALAM PENINGKATAN DENSITAS ENAMEL PADA TIKUS WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) = INNOVATION OF GREEN MUSSELS SHELL NANOCALCIUM AND SHRIMP SHELL NANOCHITOSAN BIOMATERIALS IN INCREASING ENAMEL DENSITY IN MALE WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover.png]
Preview
Image (Cover.png)
J065222003-Cover.png

Download (379kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
J065222003-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (444kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
J065222003-dp(FILEminimizer).pdf

Download (65kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
J065222003-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 17 November 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang : Enamel gigi merupakan jaringan keras dengan kandungan mineral tertinggi yang berfungsi melindungi gigi dari pengaruh mekanis dan kimia. Pada anak, gangguan mineralisasi enamel dapat meningkatkan risiko karies karena enamel tidak memiliki kemampuan regenerasi biologis. Oleh karena itu, diperlukan agen remineralisasi yang aman, efektif, dan berbasis bahan alami. Nanokalsium dari cangkang kerang hijau (Perna viridis) dan nanokitosan dari kulit udang (Litopenaeus vannamei) berpotensi meningkatkan densitas enamel melalui mekanisme biomimetik. Tujuan : Menilai efektivitas kombinasi nanokalsium cangkang kerang hijau dan nanokitosan kulit udang terhadap peningkatan densitas enamel dibandingkan bahan tunggal pada model hewan. Metode : Penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group menggunakan tikus Wistar jantan. Subjek dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (susu), nanokalsium, nanokitosan, dan kombinasi nanokalsium–nanokitosan. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Setelah itu, gigi diekstraksi dan dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk menilai morfologi enamel, ukuran kristal, dan sudut difraksi hidroksiapatit sebagai indikator densitas enamel. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut sesuai distribusi data. Hasil : Kelompok kombinasi menunjukkan peningkatan densitas enamel yang signifikan dibandingkan kelompok bahan tunggal dan kontrol (p < 0,05). Gambaran SEM memperlihatkan struktur enamel yang lebih padat dan terorganisir, sementara XRD menunjukkan peningkatan ukuran kristal hidroksiapatit yang mencerminkan proses remineralisasi yang lebih optimal. Kesimpulan: Kombinasi nanokalsium cangkang kerang hijau dan nanokitosan kulit udang efektif meningkatkan densitas enamel dan berpotensi dikembangkan sebagai agen remineralisasi berbasis bahan alami dalam pencegahan karies pada anak.

Keyword : Densitas enamel; nanokalsium; nanokitosan; remineralisasi enamel; pencegahan karies; kedokteran gigi anak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Enamel density; nanocalcium; nanochitosan; enamel remineralization; caries prevention; pediatric dentistry.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Dokter Gigi Periodonsia
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 30 Mar 2026 01:01
Last Modified: 30 Mar 2026 01:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54750

Actions (login required)

View Item
View Item