PERBEDAAN FORCE DECAY ELASTOMERIC CHAIN ANTARA APLIKASI OBAT KUMUR BERBAHAN NON ALKOHOL DAN HERBAL (STUDI IN VITRO) = COMPARISON OF FORCE DECAY IN ORTHODONTIC ELASTOMERIC CHAINS IMMERSED IN ALCOHOL-FREE AND HERBAL AN IN VITRO STUDY


ARIF, AULYA MAYSITA SYAHPUTRI (2025) PERBEDAAN FORCE DECAY ELASTOMERIC CHAIN ANTARA APLIKASI OBAT KUMUR BERBAHAN NON ALKOHOL DAN HERBAL (STUDI IN VITRO) = COMPARISON OF FORCE DECAY IN ORTHODONTIC ELASTOMERIC CHAINS IMMERSED IN ALCOHOL-FREE AND HERBAL AN IN VITRO STUDY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover.png]
Preview
Image (Cover.png)
J055221006-Cover.png

Download (422kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
J055221006-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (143kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
J055221006-dp(FILEminimizer).pdf

Download (45kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
J055221006-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Aulya Maysita Syahputri Arif. Perbedaan Force Decay Elastomeric Chain Antara Aplikasi Obat Kumur Berbahan Non Alkohol dan Herbal :Studi in Vitro (dibimbing oleh Eddy Heriyanto Habar dan Zilal Islamy Paramma) Tujuan: Penelitian in vitro ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan penurunan gaya (force decay) pada elastomeric chain ortodonti setelah perendaman dalam obat kumur berbahan non-alkohol dan berbahan herbal selama periode 21 hari. Metode: Sebanyak 64 sampel elastomeric chain Ormco® Generasi II tipe continuous warna bening dibagi ke dalam empat kelompok (masing-masing n=16): kelompok perendaman dalam obat kumur non-alkohol (Listerine® Zero), dua kelompok obat kumur herbal (Pepsodent® Herbal Mouthwash dan Listerine® Green Tea), serta satu kelompok kontrol yang direndam dalam saliva buatan. Semua sampel direnggangkan sejauh 25 mm pada plat akrilik dan diinkubasi pada suhu 37°C untuk mensimulasikan kondisi intraoral. Perendaman dilakukan dua kali sehari selama 30 detik. Pengukuran gaya dilakukan menggunakan alat digital force gauge pada hari ke-0, 1, 7, 14, dan 21. Analisis data dilakukan dengan uji Friedman dan Wilcoxon untuk perbandingan intrakelompok, serta uji Mann–Whitney untuk perbandingan antar kelompok. Hasil: Penurunan gaya yang signifikan tercatat pada seluruh kelompok seiring waktu (p < 0,0001). Penurunan gaya terbesar terjadi pada kelompok yang direndam dalam Listerine® Green Tea, diikuti oleh Listerine® Zero, Pepsodent® Daun Sirih, dan kelompok kontrol. Penurunan gaya paling tajam terjadi dalam 24 jam pertama, kemudian melambat pada hari-hari berikutnya. Kesimpulan: Obat kumur berbahan non-alkohol maupun herbal secara signifikan mempengaruhi kestabilan gaya pada elastomeric chain ortodonti. Obat kumur berbahan herbal menunjukkan tingkat force decay yang lebih rendah dibandingkan non-alkohol. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemilihan jenis obat kumur yang tepat pada pasien ortodonti pengguna elastomeric chain.ABSTRAK Aulya Maysita Syahputri Arif. Perbedaan Force Decay Elastomeric Chain Antara Aplikasi Obat Kumur Berbahan Non Alkohol dan Herbal :Studi in Vitro (dibimbing oleh Eddy Heriyanto Habar dan Zilal Islamy Paramma) Tujuan: Penelitian in vitro ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan penurunan gaya (force decay) pada elastomeric chain ortodonti setelah perendaman dalam obat kumur berbahan non-alkohol dan berbahan herbal selama periode 21 hari. Metode: Sebanyak 64 sampel elastomeric chain Ormco® Generasi II tipe continuous warna bening dibagi ke dalam empat kelompok (masing-masing n=16): kelompok perendaman dalam obat kumur non-alkohol (Listerine® Zero), dua kelompok obat kumur herbal (Pepsodent® Herbal Mouthwash dan Listerine® Green Tea), serta satu kelompok kontrol yang direndam dalam saliva buatan. Semua sampel direnggangkan sejauh 25 mm pada plat akrilik dan diinkubasi pada suhu 37°C untuk mensimulasikan kondisi intraoral. Perendaman dilakukan dua kali sehari selama 30 detik. Pengukuran gaya dilakukan menggunakan alat digital force gauge pada hari ke-0, 1, 7, 14, dan 21. Analisis data dilakukan dengan uji Friedman dan Wilcoxon untuk perbandingan intrakelompok, serta uji Mann–Whitney untuk perbandingan antar kelompok. Hasil: Penurunan gaya yang signifikan tercatat pada seluruh kelompok seiring waktu (p < 0,0001). Penurunan gaya terbesar terjadi pada kelompok yang direndam dalam Listerine® Green Tea, diikuti oleh Listerine® Zero, Pepsodent® Daun Sirih, dan kelompok kontrol. Penurunan gaya paling tajam terjadi dalam 24 jam pertama, kemudian melambat pada hari-hari berikutnya. Kesimpulan: Obat kumur berbahan non-alkohol maupun herbal secara signifikan mempengaruhi kestabilan gaya pada elastomeric chain ortodonti. Obat kumur berbahan herbal menunjukkan tingkat force decay yang lebih rendah dibandingkan non-alkohol. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemilihan jenis obat kumur yang tepat pada pasien ortodonti pengguna elastomeric chain.

Keyword : Elastomeric chain, force decay, obat kumur non-alkohol, obat kumur herbal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Elastomeric chain, force decay, alcohol-free mouthrinse, herbal mouthrinse.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Ortodonti
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 27 Mar 2026 01:11
Last Modified: 27 Mar 2026 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54749

Actions (login required)

View Item
View Item