WIBOWONINGRUM, BONYTASARI (2025) PERBEDAAN KEKUATAN OTOT ORBIKULARIS ORID SEBELUM DAN SETELAH PERAWATAN ORTODONTI INTERSEPTIF MENGGUNAKAN PERANTI MYOFUNGSIONAL PREFABRICATED MYOBRACE PADA ANAK USIA TUMBUH KEMBANG : KAJIAN ELEKTROMIOGRAFI = DIFFERENCES OF ORBICULARIS MUSCLE STRENGTH PRE AND POST INTERCEPTIVE ORTHPDONTIC TREATMENT USING PREFABRICATED MYOBRACE APPLIANCE : AN ELETROMYOGRAPHY STUDY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
J055221002-Cover.jpg
Download (636kB) | Preview
J055221002-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (926kB)
J055221002-dp(FILEminimizer).pdf
Download (247kB)
J055221002-fullllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Setiap orang dilahirkan dengan potensi pola skeletal normal. Maloklusi terjadi karena ketidakseimbangan otot orofasial. Salah satu otot perioral yang penting dalam mencapai keseimbangan posisi gigi dan menentukan ekspresi wajah adalah otot orbikularis oris. Perlu reedukasi otot dengan perawatan ortodonti interseptif salah satunya Myobrace. Kekuatan otot secara kualitatif dapat dinilai dengan elektromiografi. Tujuan: mengetahui perbedaan kekuatan otot orbikularis oris setelah perawatan ortodonti interseptif dengan peranti myofungsional prefabricated Myobrace pada anak usia tumbuh kembang 6-12 tahun. Bahan dan Metode: Penelitian ini melibatkan 30 orang anak yang dikelompokkan menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan peranti myofungsional prefabricated Myobrace stage 1 selama 4 bulan kemudian diukur kekuatan otot sebelum dan setelah perlakuan. Kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan apapun dan dilakukan pengukuran kekuatan otot dengan EMG dan diamati perubahan klinis berupa level exposure gingiva, lip competent, lip tension, mentalis tension. Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan signifikan peningkatan kekuatan otot orbicularis oris kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan kekuatan otot karena re-edukasi otot pada pemakaian peranti myofungsional prefabricated Myobrace stage 1. Rerata simpangan baku pada kelompok perlakuan 54,73±12,62 dan kelompok kontrol 28,93±8,28 p:0,000 (p<0,05). Terdapat penurunan level exposure gingiva dari 0,80 ±1,08 mm menjadi 0,027±0,59 mm (p 0,046), peningkatan level kompetensi bibir dari 100% menjadi 46,7% (p 0,005), penurunan lip tension dari 100% menjadi 86.7% (p 0,000), penurunan mentalis tension dari 100% menjasi 40% (p 0,003) setelah perlakuan. Kesimpulan: Peranti myofungsional prefabricated Myobrace efektif untuk meningkatkan kekuatan otot orbikularis oris pada anak usia tumbuh kembang dan meningkatkan klinis pasien.
Keyword : Elektromiografi, orbikularis oris, Myobrace, usia tumbuh kembang.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Electromyography, growth and developmental periode, orbicularis oris muscle, Myobrace. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 27 Mar 2026 01:07 |
| Last Modified: | 27 Mar 2026 01:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54743 |
