ASMIRA AK, A. (2025) Analisis Perubahan Posisi Kondil dan Diskus Sebelum dan Setelah Pemakaian Gigi Tiruan Lengkap di RSGM Unhas: Pencitraan MRI-CBCT Fused = ANALYSIS OF POSITIONAL CHANGES IN THE CONDYLAR AND DISC BEFORE AND AFTER THE USE OF COMPLETE DENTURES AT RSGMP UNHAS: FUSED MRI-CBCT IMAGING. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
J015222002-Cover.png
Download (204kB) | Preview
J015222002-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (615kB)
J015222002-dp(FILEminimizer).pdf
Download (212kB)
J015222002-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hubungan antara pemakaian gigi tiruan lengkap (GTL) dan adaptasi sendi temporomandibular (TMJ) masih kontroversial, sebagian disebabkan oleh keterbatasan pencitraan konvensional. Cone-Beam Computed Tomography (CBCT) unggul dalam mendetailkan tulang, modalitas ini tidak dapat memvisualisasikan jaringan lunak. Pencitraan Magnetic Resonance (MRI) merupakan standar emas untuk evaluasi diskus namun kurang memiliki korelasi presisi dengan struktur tulang. Kajian simultan dan presisi terhadap posisi kondilus dan diskus sangat penting untuk memahami adaptasi TMJ terhadap GTL. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perubahan posisi kondilus mandibula dan diskus artikular sebelum dan setelah rehabilitasi dengan GTL menggunakan teknik pencitraan fused MRI-CBCT. Metode: Pemeriksaan MRI dan CBCT pada full edentulous dilakukan dalam dua waktu: sebelum (T0) dan enam bulan setelah (T1) insersi GTL. Gambar difusikan menggunakan perangkat lunak khusus. Posisi kondilus dinilai dengan mengukur ruang sendi interartikular. Posisi diskus ditentukan dengan menghitung sudut relatif kondilus dan eminensia artikularis terhadap bidang vertikal. Analisis statistik meliputi uji Shapiro Wilk dan uji-t berpasangan (signifikansi pada p<0,05). Hasil: Perubahan posisi yang signifikan diamati setelah enam bulan pemakaian GTL. Kondilus menunjukkan pergeseran superior-posterior pada T0, yang ditandai dengan berkurangnya ruang sendi posterior. Setelah rehabilitasi dengan GTL (T1), kondilus mengalami reposisi ke tengah fossa glenoidalis. Perubahan signifikan pada ruang sendi posterior kiri berhasil dikuantifikasi (p=0,002). Kesimpulan: Pencitraan fused MRI-CBCT merupakan alat multimodal yang andal untuk evaluasi simultan dan presisi jaringan keras dan lunak TMJ. Temuan ini membuktikan bahwa pemakaian GTL menginduksi adaptasi kondilus yang signifikan dalam enam bulan, menormalkan posisi kondilus dalam fossa dan mempengaruhi postur diskus. Teknik ini memiliki potensi klinis yang tinggi untuk penilaian objektif hasil rehabilitasi prostodontik.
Keyword : MRI-CBCT fused, Gigi tiruan lengkap (GTL), Temporomandibular joint (TMJ), Kondilus, Diskus.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | MRI-CBCT fused, Complete denture, Temporomandibular joint, Condylar, Disc. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Prostodonsia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 07:07 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 07:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54698 |
