Pemanfaatan Cangkang Moluska Sebagai Artefak Di Situs Baloiya 1 Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar = Utilization of Mollusk Shells as Artifacts at the Baloiya 1 Site, Bontosikuyu District, selayar Islands Regerency


BATARA, JELIN TIRTA (2026) Pemanfaatan Cangkang Moluska Sebagai Artefak Di Situs Baloiya 1 Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar = Utilization of Mollusk Shells as Artifacts at the Baloiya 1 Site, Bontosikuyu District, selayar Islands Regerency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F071211015-qraKRQpeBXAEvUPV-20260122152410.jpg

Download (339kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F071211015-1-2.pdf

Download (344kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F071211015-dp.pdf

Download (150kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F071211015-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia prasejarah merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. Salah satu sumber daya yang banyak dimanfaatkan adalah moluska, tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku pembuatan artefak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies moluska yang dimanfaatkan sebagai artefak serta mengidentifikasi teknologi dan cara pemanfaatan artefak moluska di Situs Baloiya 1, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan pendekatan zooarkeologi dengan metode pengumpulan data berupda studi pustaka dan analisis data hasil ekskavasi arkeologi yang dilakukan pada tahun 2024 di Situs Baloiya 1 dan membuka kotak D11. Data yang dianalisis meliputi identifikasi taksonomi moluska, analisis zooarkeologi menggunakan metode Number of Identified Specimens (NISP) dan Minimum Number of Individuals (MNI), analisis morfologi artefak, analisis teknologi pembuatan, serta analisis jejak penggunaan (use-wear analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies moluska yang dimanfaatkan sebagai artefak didominasi oleh kelas Bivalvia, seperti Polymesoda bengalensis, serta beberapa spesies dari famili Ostreidae, dan Tridacnidae. Artefak moluska yang ditemukan memiliki variasi bentuk morfologi, antara lain bentuk bulan sabit, elips, jajar genjang, lancipan, segitiga, trapesium, dan bentuk tidak beraturan. Teknologi pembuatan artefak moluska meliputi teknik peretusan, pengasahan, pelubangan, dan pembentukan tepi, dengan indikasi penggunaan sebagai alat penyerut, lancipan bergerigi, serta perhiasan. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia prasejarah di Situs Baloiya 1 telah memiliki kemampuan teknologi dalam memanfaatkan cangkang moluska sebagai artefak fungsional dan simbolik, serta mencerminkan adaptasi budaya terhadap lingkungan pesisir Kepulauan Selayar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: artefak moluska, teknologi prasejarah, Situs Baloiya 1, Kepulauan Selayar, adaptasi lingkungan.
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 13 Mar 2026 01:12
Last Modified: 13 Mar 2026 01:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54691

Actions (login required)

View Item
View Item