IDENTITAS GENDER TOKOH YASMINA DALAM GARÇON MANQUÉ KARYA NINA BOURAOUI = THE GENDER IDENTITY OF YASMINA IN GARÇON MANQUÉ BY NINA BOURAOUI


NABILAH, NAURAH (2025) IDENTITAS GENDER TOKOH YASMINA DALAM GARÇON MANQUÉ KARYA NINA BOURAOUI = THE GENDER IDENTITY OF YASMINA IN GARÇON MANQUÉ BY NINA BOURAOUI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F051211040-5jh6LCSioIxlYzbZ-20260120004244.jpg

Download (682kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F051211040-1-2.pdf

Download (73kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F051211040-dp.pdf

Download (31kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F051211040-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 December 2027.

Download (973kB)

Abstract (Abstrak)

NAURAH NABILAH. Identitas Gender Tokoh Yasmina dalam Garçon Manqué Karya Nina Bouraoui (dibimbing oleh Dr. Prasuri Kuswarini, M.A.) Latar Belakang. Novel Garçon Manqué karya Nina Bouraoui menggambarkan pergumulan identitas seorang anak perempuan bernama Yasmina yang tumbuh di tengah benturan budaya Prancis dan Aljazair. Novel ini menampilkan pengalaman traumatis, tekanan sosial, dan lingkungan patriarkal yang membentuk cara Yasmina memandang tubuh dan gendernya. Identitas gender dalam novel ini tidak muncul sebagai sesuatu yang tetap, melainkan sebagai proses performatif yang berkembang melalui respons Yasmina terhadap lingkungannya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gambaran tokoh Yasmina, (2) latar sosial-budaya yang memengaruhinya, dan (3) bagaimana identitas gender Yasmina dibentuk melalui tindakan performatif berdasarkan teori performativitas Judith Butler. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa kutipan teks yang relevan dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori performativitas Butler untuk melihat bagaimana tindakan, gestur, trauma, dan interaksi sosial membentuk identitas gender Yasmina. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas gender Yasmina dibangun melalui rangkaian tindakan performatif sebagai respons terhadap tekanan budaya, kekerasan, dan pengalaman hidup di dua negara. Di Aljazair, Yasmina mengadopsi performa maskulin sebagai strategi perlindungan diri dari lingkungan yang patriarkal dan penuh ancaman. Sementara di Prancis, ia mengalami konflik antara identitas maskulin yang telah ia bentuk dan ekspektasi feminitas masyarakat. Peristiwa-peristiwa traumatis dan ketidakpastian identitas nasional membuat Yasmina membangun identitas gender yang fluid (cair) dan tidak terikat pada kategori gender biner. Kesimpulan. Identitas gender Yasmina merupakan konstruksi performatif yang terus dinegosiasikan dan tidak bersifat esensial. Identitas tersebut terbentuk melalui hubungan antara trauma, latar sosial, dan tindakan performatif yang dilakukan secara berulang hingga mencapai identitas cair yang otonom.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Identitas gender, performativitas, Judith Butler, Garçon Manqué, Yasmina.
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Prancis
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 13 Mar 2026 01:05
Last Modified: 13 Mar 2026 01:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54685

Actions (login required)

View Item
View Item