GHIFARY, MUH. AL (2025) Framing dalam Serial Dokumenter L'Affaire Fourniret: Dans La Tête de Monique Olivier = Framing in the Documentary Series L’Affaire Fourniret: Dans La Tête de Monique Olivier. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F051211007-JvlYwGsBSmI3Ocpd-20260121122420.jpg
Download (304kB) | Preview
F051211007-1-2.pdf
Download (244kB)
F051211007-dp.pdf
Download (195kB)
F051211007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 November 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUH. AL GHIFARY. Framing dalam Serial Dokumenter L’Affaire Fourniret: Dans La Tête de Monique Olivier (dibimbing oleh Dr. Ade Yolanda Latjuba, S.S., M.A). Latar belakang. Serial dokumenter kerap membentuk persepsi publik melalui strategi framing naratif maupun metaforis. L’Affaire Fourniret: Dans la tête de Monique Olivier (2023) menyoroti keterlibatan Monique Olivier dalam kasus kriminal Michel Fourniret, dengan konstruksi narasi yang kompleks dan multivokal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi framing naratif dan metaforis dalam dokumenter tersebut serta implikasinya terhadap persepsi audiens. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik dengan teori framing Robert Entman yang diperkaya konsep framing George Lakoff dari Don’t Think of an Elephant! mengenai peran bahasa dalam membentuk struktur pemahaman, serta teori metafora konseptual George Lakoff & Mark Johnson. Analisis data dilakukan terhadap transkrip dokumenter (narasi jurnalis, arsip wawancara dan wawancara kontemporer, surat, hingga pernyataan pribadi Monique Olivier) serta tanggapan audiens. Hasil. Penelitian mengidentifikasi delapan kategori framing: Narasi Kehilangan dan Duka Keluarga, Stereotip Gender dan Moralitas Feminin, Ambiguitas Karakter Monique Olivier, Figur Kejahatan Absolut Michel Fourniret, Legitimasi Institusi Hukum, Dinamika Pasangan Fourniret, Budaya dan Norma Sosial, serta Dilema Etis Profesi Hukum. Analisis persepsi audiens memperlihatkan empat kecenderungan: Respon Emosional yang beragam, Penilaian Moral/Evaluatif terhadap Pelaku, Kritik terhadap Framing dan Representasi yang dianggap bias, serta Persepsi terhadap Sistem Sosial dan Institusi yang dianggap lemah. Kesimpulan. Ambiguitas karakter Monique Olivier menjadi kategori dominan, sejalan dengan judul dokumenter yang memusatkan perhatian padanya. Dokumenter membangun gambaran Monique melalui sumber multivokal, memperkaya konstruksi naratif. Hingga pada akhirnya, mayoritas persepsi audiens berpusat pada Monique, sementara Michel Fourniret relatif tersisih, menunjukkan efektivitas framing dokumenter dalam membentuk opini publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KODEPRODI79205#SASTRA PRANCIS - S1 |
| Subjects: | P Language and Literature > PQ Romance literatures |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Prancis |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 00:58 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 00:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54682 |
