DEVI. S, SRI (2025) PENGGUNAAN TUTURAN SARKASME DALAM PRAKTIK BERBAHASA GURU KEPADA PESERTA DIDIK DI LINGKUNGAN SEKOLAH: KAJIAN PRAGMATIK = THE USE OF SARCASM IN TEACHERS' LANGUAGE PRACTICES WITH STUDENTS IN THE SCHOOL ENVIRONMENT: A PRAGMATIC STUDY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F032212004-GRVbQa2fxAKFyM0v-20260110132632.jpeg
Download (46kB) | Preview
F032212004-1-2.pdf
Download (454kB)
F032212004-dp.pdf
Download (241kB)
F032212004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian tentang sarkasme telah banyak dilakukan oleh peneliti bahasa. Akan tetapi, kajian yang menyoroti jenis dan fungsi tuturan sarkasme guru di lingkungan sekolah masih terbatas. Penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan tujuan menganalisis jenis, efek dan fungsi tuturan sarkasme yang dituturkan guru kepada peserta didik di lingkungan sekolah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan lisan guru yang diperoleh dari praktik berbahasa kepada peserta didik melalui teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 57 tuturan yang terbagi dalam 8 jenis dan 37 tuturan yang terbagi dalam 7 fungsi tuturan sarkasme. Jenis sarkasme yang paling dominan adalah sarkasme anggota tubuh sebanyak 14 data (25%) dan sarkasme umpatan tanpa referen sebanyak 12 data (21%). Kedua jenis ini lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan sarkasme binatang sebanyak 10 data (18%), profesi sebanyak 9 data (16%), dan kondisi inteligensi sebanyak 5 data (9%). Jenis sarkasme yang paling sedikit ditemukan adalah sarkasme anggota keluarga sebanyak 3 data (5%), sarkasme nama orang sebanyak 2 data (4%), dan sarkasme kesehatan mental sebanyak 2 data (4%). Dari segi fungsi, fungsi pendapat merupakan kategori yang paling dominan dengan jumlah 8 data (22%), diikuti oleh fungsi sapaan sebanyak 7 data (19%), fungsi pertanyaan sebanyak 5 data (14%), serta fungsi perintah, larangan, dan persamaan masing-masing sebanyak 4 data (11%). Adapun fungsi penegasan ditemukan sebanyak 3 data (8%) dan fungsi informasi sebanyak 2 data (5%). Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran pragmatik dan keterampilan komunikasi bagi guru serta pemerintah diharapkan memperkuat kebijakan dan pelatihan etika berbahasa.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jenis dan fungsi sarkasme, guru, peserta didik, lingkungan sekolah |
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 05:39 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 05:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54672 |
