Peta Bahasa Pariwisata di Kota Baubau: Konstruksi Penggunaan Bahasa dan Perilaku Sosiopsikologis Masyarakat melalui Kajian Lanskap Linguistik = Language Map of Tourism in Baubau City: A Construction of Language Use and Community Sociopsychological Behaviour through Linguistic Landscape Study


ODA, SUKUR (2025) Peta Bahasa Pariwisata di Kota Baubau: Konstruksi Penggunaan Bahasa dan Perilaku Sosiopsikologis Masyarakat melalui Kajian Lanskap Linguistik = Language Map of Tourism in Baubau City: A Construction of Language Use and Community Sociopsychological Behaviour through Linguistic Landscape Study. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F013231011-TSQDXEYW5JLGkIFU-20260115161922.jpg

Download (219kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F013231011-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F013231011-dp.pdf

Download (467kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F013231011-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2027.

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini mengkaji kompleksitas lanskap linguistik (LL) pada ruang-ruang publik pariwisata di Kota Baubau melalui tiga perspektif yang saling melengkapi yaitu konstruksi fungsi penggunaan bahasa, perilaku sosiopsikologis masyarakat, dan implikasinya bagi perencanaan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan model eksploratoris sekuensial. Data diperoleh melalui observasi, survei, angket, wawancara, dan studi pustaka. Temuan penelitian pertama mengidentifikasi enam bahasa yang hadir dalam lanskap linguistik pariwisata (Indonesia, Inggris, Wolio, Ciacia, Jepang, dan Mandarin) dengan pola penggunaan yang didominasi oleh bentuk monolingualisme (77%), diikuti bilingualisme (23%), dan multilingualisme (1%). Analisis fungsi mengungkap tujuh fungsi informasional dan lima fungsi simbolis dalam praktik lanskap linguistik. Kedua mengeksplorasi aspek sosiopsikologis yang menunjukkan tingginya kesetiaan dan kebanggaan bahasa masyarakat terhadap bahasa daerah (97%) dan bahasa Indonesia (96%). Persepsi wisatawan juga menunjukkan respons paling positif terhadap bahasa daerah (M = 1.98), diikuti oleh bahasa Indonesia dan bentuk campuran (M = 1.75), sementara bahasa Inggris memperoleh skor terendah (M = 1.50). Ketiga merumuskan model konseptual penataan teks lanskap linguistik melalui sistem zonasi yang mencakup: Zona A (Inti Warisan) dengan dominasi bahasa Wolio–Indonesia, Zona B (Pusat Komersial) dengan dominasi bahasa Indonesia–Inggris, dan Zona C (Area Transit) dengan penggunaan piktogram universal dan teks tiga bahasa (Wolio–Indonesia–Inggris). Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan konsep “glokalisasi” lanskap linguistik pariwisata di Kota Baubau sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan kebutuhan lokal dan global, memperkuat identitas budaya, serta memberikan model yang dapat direplikasi bagi kota-kota berstatus warisan budaya lainnya di Indonesia dalam upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: lanskap linguistik, pariwisata, penggunaan bahasa, sosiopsikologis, glokalisasi
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Linguistik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Mar 2026 05:23
Last Modified: 12 Mar 2026 05:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54657

Actions (login required)

View Item
View Item