TUTURAN RITUAL MOWINDAHAKO DAN BUDAYA INKLUSIF PADA MASYARAKAT TOLAKI MEKONGGA KOLAKA: KAJIAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN = Mowindahako Ritual Speech and lnclusive Culture in the Tolaki Mekongga Kolaka Community: A Cultural Linguistic Study


TAKWA, TAKWA (2025) TUTURAN RITUAL MOWINDAHAKO DAN BUDAYA INKLUSIF PADA MASYARAKAT TOLAKI MEKONGGA KOLAKA: KAJIAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN = Mowindahako Ritual Speech and lnclusive Culture in the Tolaki Mekongga Kolaka Community: A Cultural Linguistic Study. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
F013222002-sPrWnO28e4apoiLV-20260106153907.jpg

Download (725kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
F013222002-1-2.pdf

Download (721kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
F013222002-dp.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
F013222002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan menganalisis satuan lingual dan makna kultural yang terdapat dalam ritual Mowindahako, mendeskripsikan imajeri budaya dalam ritual Mowindahako, dan menemukan nilai-nilai kearifan lokal dan representasi budaya inklusif dalam ritual Mowindahako. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, perekaman langsung prosesi ritual, wawancara dengan juru bicara adat (tolea dan pabitara), serta transkripsi tuturan ritual. Data-data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan linguistik kebudayaan dengan kerangka etnografi pada peranan bahasa merepresentasikan pandangan dunia, nilai-nilai, dan perilaku komunikatif suatu komunitas tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Mowindahako memiliki struktur linguistik khas yang mencakup satuan kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana, disertai ciri- ciri seperti repetisi, paralelisme bunyi, dan penggunaan kata arkais, metafora, sinonimi, dan simbolisme verbai yang berfungsi sebagai medium penyampaian nilai, norma, dan etika sosial. Makna kultural yang terkandung merepresentasikan konsep harmoni sosial (asombue), kekerabalan (merapu), dan penghormatan terhadap hukum adat serta otoritas lokal. lmajeri budaya dalam ritual, dibangun dan dikomunikasikan melalui simbol verbal (bahasa), meliputi imajeri keindahan, imajeri persatuan atau kebersamaan, imajeri penghormatan atau kesantunan, imajeri musyawarah, dan imajeri kesetiaan serta kepatuhan. Nilai-nilai kearifan lokal pada ritual, meliputi tanggung jawab, saling menghargai, saling menerima, persaudaraan, keselamatan, etika moral, kesopanan, serta nilai pendidikan. Adapun representasi budaya inklusif dalam ritual tersebut, tercermin melalui keterlibatan kolektif berbagai elemen masyarakat. keterbukaan terhadap pasangan dari luar komunitas, serta penghormatan terhadap nilai-nilai gotong royong, kesetaraan, dan toleransi budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa bahasa rltual Mowindahako bukan sekadar sarana komunikasi adat, melainkan wahana semiotik untuk mentransmisikan norma, etika, dan identitas kolektif. Kajian ini berkontribusi pada pelestarian bahasa dan budaya daerah serta memperkaya studi linguistik kebudayaan di lndonesia pada umumnya.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: tuturan ritual, mowindahako, budaya inklusif, Tolaki Mekongga Kolaka
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Linguistik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Mar 2026 05:21
Last Modified: 12 Mar 2026 05:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54656

Actions (login required)

View Item
View Item