ANALISA KINERJA PENJADWALAN PRODUKSI PADA BERBAGAI LEVEL PERMINTAAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DAN HO DAN CHANG (HC) PADA TOYOTA PRODUCTION SYSTEM = Analysis of Production Scheduling Performance at Various Demand Levels Using The Campbell Dudek Smith (CDS) and Ho and Chang (HC) Methods in The Toyota Production System


MUHARRAR. MY, MUHAMMAD TAUFIQ (2025) ANALISA KINERJA PENJADWALAN PRODUKSI PADA BERBAGAI LEVEL PERMINTAAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DAN HO DAN CHANG (HC) PADA TOYOTA PRODUCTION SYSTEM = Analysis of Production Scheduling Performance at Various Demand Levels Using The Campbell Dudek Smith (CDS) and Ho and Chang (HC) Methods in The Toyota Production System. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
D072211010-oAVDXpc9EiM6fLgQ-20260105144737.jpg

Download (707kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
D072211010-1-2.pdf

Download (485kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
D072211010-dp.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of FULLL TEXT] Text (FULLL TEXT)
D072211010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2027.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Penjadwalan produksi memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem manufaktur, khususnya pada Toyota Production System (TPS) yang berfokus pada pengurangan waste dan peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penjadwalan produksi dengan membandingkan metode Campbell Dudek Smith (CDS) dan Ho & Chang (HC) pada berbagai level permintaan. Penelitian dilakukan melalui simulasi proses perakitan enam jenis miniatur kendaraan di Laboratorium Lean Manufacturing Universitas Hasanuddin dengan dua skenario produksi, yaitu Traditional Manufacturing dan Stock Between Process. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode CDS secara konsisten menghasilkan nilai makespan lebih kecil dibandingkan HC pada semua level permintaan. Pada permintaan rendah, CDS menghasilkan makespan sekitar 41–42 menit, sedangkan HC sebesar 53 menit. Pada permintaan sedang, CDS menghasilkan makespan sekitar 105 menit, sedangkan HC sebesar 129 menit. Sementara pada permintaan tinggi, CDS menghasilkan makespan sekitar 182 menit, sedangkan HC mencapai 223 menit. Dengan demikian, metode CDS terbukti lebih efisien dalam meminimasi makespan, sedangkan metode HC lebih menekankan pada pemerataan beban kerja antar workstation. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan metode penjadwalan sangat memengaruhi kinerja sistem produksi. Metode CDS lebih direkomendasikan pada kondisi permintaan yang stabil karena mampu meminimasi makespan, sementara metode HC dapat digunakan pada kondisi permintaan yang dinamis karena lebih fleksibel dalam pengaturan aliran produksi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Penjadwalan Produksi, makespan, Campbell Dudek Smith, Ho & Chang,Toyota Production System
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Mar 2026 03:43
Last Modified: 11 Mar 2026 03:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54623

Actions (login required)

View Item
View Item