RUBIATY, RUBIATY (2025) GAMBARAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI LEMBAGA PEMMBINAAN KHUSUS ANAK(LPKA) KABUPATEN MAROS = A PICTURE OF ADOLESCENT MENTAL HEALTH IN THE SPECIAL CHILD DEVELOPMENT INSTITUTION (LPKA) IN MAROS DISTRICT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011241100-Cover.jpg
Download (348kB) | Preview
R011241100-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (347kB)
R011241100-dp(FILEminimizer).pdf
Download (329kB)
R011241100-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Rubiaty. R011241100. GAMBARAN KESHATAN MENTAL REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KABUPATEN MAROS. Dibimbing oleh Hastuti. Latar belakang : Remaja yang dalam masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus anak (LPKA), berada pada kondisi lingkungan yang tidak kondusif untuk perkembangan mereka, ditandai dengan hilangnya kebebasan serta keterpisahan remaja dari keluarga, ditambah dengan keberagaman kasus pelanggaran hukum di lembaga pemasyarakatan, ini berpotensi tinggi menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental pada remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan psikososial yang kompleks. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kesehatan mental remaja yang sedang menjalani masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kabupaten Maros. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel 74 remaja yang sedang menjalani pembinaan di LPKA Maros. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SDQ (Strenghts and Difficulties Questionnaire) untuk mengukur gejala emosional, masalah perilaku, gejala hiperaktifitas, masalah hubungan dengan teman sebaya, dan perilaku proaktif yang mendukung sosial remaja. Analisis data dilakukan mengguna aplikasi SPSS. Hasil : Analisis data kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) menunjukkan bahwa komponen gejala emosional 81,1% normal, 5,4% boderline, dan 13,5% abnormal, pada komponen masalah perilaku 90,5% normal, 5,4% boderline, dan 4,1% abnormal, pada komponen hiperaktifitas 95,9% normal, 4,1% abnormal, pada komponen masalah hubungan dengan teman sebaya menunjukkan 51,4% normal, 14,9% boderline, dan 33,8% abnormal, dan pada komponen perilaku prososial menunjukkan 86,5% normal, 8,1 boderline dan 5,4 abnormal. Ada dua komponen kesehatan mental yang nilai abnormalnya cukup signifikan yaitu gejala emosional dan hubungan dengan teman sebaya. Kesimpulan: Tingginya proporsi kategori abnormal pada masalah kesehatan mental, khususnya pada komponen hubungan dengan teman sebaya (33,8%) dan komponen gejala emosional (13,5%), secara umum, hasil ini menunjukkan bahwar remaja yang menjalani pembinaan di LPKA Kabupaten Maros menunjukkan kerentanan pada aspek hubungan teman sebaya dan gejala emosional.. Disarankan pada perawat di tingkat pelayanan primer untuk mengembangkan program penyuluhan terpadu dan berkelanjutan di sekolah-sekolah SMP dan SMA, menbantu remaja memahami bahwa kesehatan mental yang buruk seringkali menjadi akar pemicu perilaku yang melanggar norma sosial dan hukum.
Keyword : Remaja, Kesehatan Mental, SDQ, LPKA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adolescents and Mental Health, SDQ. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:27 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54610 |
