Analisis kekuatan lambung ganda double-hull tanker pasca tubrukan dengan haluan kapal = Analysis of Double-Hull Damage to Tankers due to Bow Collisions


ANWAR, SAFITRI (2025) Analisis kekuatan lambung ganda double-hull tanker pasca tubrukan dengan haluan kapal = Analysis of Double-Hull Damage to Tankers due to Bow Collisions. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
D052222001-dDGT5kV1iPO7jrbF-20260115162307.png

Download (168kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
D052222001-1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
D052222001-dp.pdf

Download (853kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
D052222001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 November 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Tubrukan pada bagian haluan kapal berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada struktur lambung dan mengurangi kekuatan keseluruhan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas kekuatan serta menganalisis deformasi dan tingkat kerusakan struktur lambung kapal double-hull tanker akibat tabrakan dengan kapal berhaluan bulbous bow. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data, pemodelan geometri dan material kapal, serta penentuan kondisi batas dan pembebanan menggunakan pendekatan moment control method dengan pemberian momen pembengkokan secara incremental pada titik-titik tertentu struktur lambung. Selanjutnya dilakukan simulasi analisis kekuatan ultimate menggunakan metode Non-Linear Finite Element Analysis (NLFEA) pada perangkat lunak ANSYS, yang menghasilkan nilai kekuatan batas momen lentur vertikal secara akurat berdasarkan perilaku material dan struktur di bawah kondisi sagging dan hogging, hingga diperoleh hasil dan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapal double-hull tanker T3 memiliki kekuatan batas sebesar 2,99×10¹² N/mm pada kondisi hogging dan 5,85×10¹² N/mm pada kondisi sagging, dengan tegangan kerja di bagian bottom sebesar 68,79 N/mm² dan tegangan maksimum di pelat geladak 86,32 N/mm² pada kondisi hogging, serta -68,66 N/mm² di bottom dan 86,33 N/mm² di geladak pada kondisi sagging. Sementara itu, kapal T4 memiliki kekuatan batas sebesar 2,79×10¹² N/mm pada kondisi hogging dan 5,05×10¹² N/mm pada kondisi sagging, dengan tegangan kerja -47,95 N/mm² di bottom dan 54,71 N/mm² di geladak pada kondisi hogging, serta 39,54 N/mm² di bottom dan -45,68 N/mm² di geladak pada kondisi sagging. Seluruh nilai tegangan masih berada di bawah batas izin, yaitu sekitar 250 N/mm² pada geladak dan 180 N/mm² pada bottom, sehingga kedua kapal dinyatakan aman terhadap pembebanan lentur longitudinal. Analisis deformasi menunjukkan pola simetris dan merata pada kondisi hogging dan sagging, menandakan struktur kapal tetap elastis, stabil, dan memiliki ketahanan baik terhadap beban. Penelitian ini mendukung pengembangan desain double-hull tanker yang lebih kuat dan aman.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Sagging, Hogging, Mesh, Non-Linear Finite Element Analysis (NLFEA), Ultimate Strength, Bending Moment
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Perkapalan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Mar 2026 03:19
Last Modified: 11 Mar 2026 03:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54601

Actions (login required)

View Item
View Item