DEVI, VILLA NAVIDA (2025) EKSPRESI ARSITEKTUR MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI REFLEKSI INTERAKSI BUDAYA DAN KEPERCAYAAN = THE ARCHITECTURAL EXPRESSION OF THE SAMIN COMMUNITY IN BOJONEGORO REGENCY AS A REFLECTION OF CULTURAL AND BELIEFS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
D042222001-GdulrCQk274KN5L1-20260104215239.jpg
Download (478kB) | Preview
D042222001-1-2.pdf
Download (1MB)
D042222001-dp.pdf
Download (179kB)
D042222001-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 December 2027.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini mengkaji ekspresi arsitektur masyarakat Samin di Dusun Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, dengan fokus pada bentuk bangunan, tata ruang, proses perkembangan, serta pengaruh interaksi budaya dan kepercayaan terhadap arsitektur tradisional mereka. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian arsitektur vernakular sebagai warisan budaya hidup yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai dan identitas komunitas. Masyarakat Samin, yang dikenal dengan ajaran hidup sederhana, jujur, egaliter, serta penolakannya terhadap kolonialisme dan modernitas berlebihan, merefleksikan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik arsitekturnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dengan tujuan memahami makna dan filosofi yang terkandung dalam praktik arsitektural masyarakat Samin. Teknik pengumpulan data meliputi studi lapangan, observasi, dokumentasi visual, serta wawancara mendalam dengan warga setempat. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan pada koherensi antara hasil penelitian dan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Samin, khususnya rumah srotong, memiliki bentuk bangunan rendah dengan atap kampung atau srotongan, berdinding kayu atau bambu, serta berlantai tanah atau semen kasar. Karakteristik tata ruangnya terbuka, minim sekat, dan fleksibel, sehingga mampu mengakomodasi fungsi sosial dan domestik secara bersamaan. Ruang depan difungsikan sebagai area publik, ruang tengah untuk keluarga, sedangkan bagian belakang berfungsi sebagai dapur maupun kamar. Proses perkembangan arsitektur menunjukkan adanya adaptasi terhadap kebutuhan modern, seperti penggunaan material baru, pembangunan pondasi permanen, serta penambahan kamar mandi, meskipun prinsip dasar kesederhanaan dan keterbukaan tetap dipertahankan. Pengaruh budaya Jawa tercermin pada pemilihan material alami, bentuk rumah, serta tradisi gotong royong dalam pembangunan. Sementara itu, pengaruh ajaran Saminisme terlihat dalam penolakan terhadap hierarki ruang, kemewahan, serta absennya ornamen status sosial. Orientasi rumah bersifat egaliter, sambungan kayu tradisional masih digunakan, dan nilai spiritual diwujudkan melalui praktik hidup sehari-hari alihalih ruang ibadah khusus. Dengan demikian, arsitektur masyarakat Samin tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas fisik, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, media pelestarian nilai, dan representasi perlawanan kultural terhadap dominasi eksternal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur masyarakat Samin dapat dipandang sebagai warisan budaya lokal yang hidup, karena terus dipraktikkan, dijaga, dan diwariskan lintas generasi. Implikasi penelitian ini tidak hanya relevan bagi pengembangan studi arsitektur vernakular, tetapi juga penting untuk kebijakan pelestarian budaya serta strategi desain arsitektur berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Bentuk Arsitektur, Masyarakat Samin, Tata Ruang, Proses Perkembangan, Warisan Budaya Lokal |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 02:44 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 02:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54589 |
