UMAR, MUHAMMAD ZAKARIA (2025) ARSITEKTUR TA’ALLUQ MARTABAT MASJID AGUNG KESULTANAN BUTON DAN MASJID-MASJID TUA DI DAERAH KEKUASAAN: KAJIAN DALAM TATANAN NILAI INSAN KAMIL = THE ARCHITECTURE OF TA’ALLUQ MARTABAT IN THE GREAT MOSQUE OF THE BUTON SULTANATE AND THE OLD MOSQUES WITHIN ITS DOMINION: A STUDY WITHIN THE FRAMEWORK OF THE INSAN KAMIL VALUE SYSTEM. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
D023221001-jLAxqTYWrePDi3p8-20260108161459.jpg
Download (260kB) | Preview
D023221001-1-2.pdf
Download (1MB)
D023221001-dp.pdf
Download (245kB)
D023221001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2027.
Download (12MB)
Abstract (Abstrak)
Muhammad Zakaria Umar, Arsitektur Ta’alluq Martabat Masjid Agung Kesultanan Buton dan Masjid-masjid Tua di Daerah Kekuasaan: Kajian Dalam Tatanan Nilai Insan Kamil,”(dibimbing oleh Abdul Mufti Radja, Mohammad Mochsen, dan Afifah Harisah) Pendahuluan. Masjid Agung Kesultanan Buton (MAKB) yang telah berusia lebih dari 300 tahun mengalami perubahan bentuk dan fungsi, sehingga desain aslinya semakin sulit dipahami. Meski bentuk berubah, nilai filosofis Bhincibhinciki Kuli (BbK) sebagai landasan hidup masyarakat Buton tetap penting dijaga karena mengandung kearifan lokal dan nilai kemanusiaan. Tujuan Penelitian. (1) Mendeskripsikan morfologi MAKB (1541-2024); (2) Menjelaskan simbol dan makna bangunannya; (3) Menemukan relasi antara BbK pra-Islam dan BbK Islam di MAKB. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi Heidegger (untuk tujuan penelitian pertama) dan fenomenologi Husserl (untuk tujuan penelitian kedua dan ketiga) dengan strategi eksistensial-hermeneutik dan transendental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, refleksi, dan analisis tematik yang didasarkan pada kitab-kitab rujukan utama serta sumber lisan. Kitab-kitab rujukan utama yang digunakan antara lain Alquran, hadis, ijmak, kias, dan ahkam muamalah. Adapun sumber lisan diperoleh dari para subjek penelitian, yaitu Bapak Imran Kudus, Bapak Arif Tasila, Bapak Asnur Addin, Bapak LAM, Bapak Halfia Hamiru, dan Bapak La Ode Kariu. Hasil Penelitian. Hasil Tujuan pertama, MAKB berkembang dari bentuk sederhana menjadi struktur simbolik (1541-1712), lalu dipertahankan bentuk dasarnya hingga kini (1712-2024), mencerminkan kontinuitas arsitektur dan nilai spiritual. Tujuan kedua, arsitektur MAKB menjadi media pengenalan diri melalui simbol-simbol perjalanan roh dalam empat alam eksistensi. Tujuan ketiga, MAKB mewujudkan konsep Insan Kamil, menyatukan warisan pra-Islam, tasawuf, Martabat Tujuh, dan Sifat 20 dalam satu kesatuan arsitektur sakral. Kesimpulan. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur MAKB dan masjid-masjid tua di wilayah kekuasaan dibangun berlandaskan ta’alluq martabat sebagai tatanan nilai yang mengarah pada pembentukan Insan Kamil.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bhincibhinciki Kuli; Tasawuf; Insan Kamil; Martabat Tujuh; Sifat 20. |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Ilmu Arsitektur |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 02:16 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 02:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54579 |
