MUHLIS, SARLISA (2025) Pengaruh Senam Lansia terhadap Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) pada Lanjut Usia di Yayasan Amal Bakti Abdie Huffadz Makassar = The Effect of Elderly Exercise on Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) in Older Adults at Yayasan Amal Bakti Abdie Huffadz Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021241039-g9G5bNjJWhuEMrv4-20260105011349.jpg
Download (392kB) | Preview
R021241039-1-2.pdf
Download (604kB)
R021241039-dp.pdf
Download (221kB)
R021241039-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis tubuh, termasuk sistem pernapasan yang ditandai dengan berkurangnya elastisitas jaringan paru, kekuatan otot pernapasan, serta menurunnya kapasitas vital paru (Górski, Białas, & Piotrowski, 2024). Kondisi ini menyebabkan kemampuan paru untuk menghembuskan udara secara maksimal atau Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) menjadi menurun, terlebih pada lansia dengan aktivitas fisik rendah (He et al., 2023). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi respirasi pada lansia adalah melalui senam lansia, khususnya Otago Exercise Programme (OEP), yang terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, serta kapasitas ventilasi paru ( Wu et al., 2024). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) pada lanjut usia di Yayasan Amal Bakti Abdie Huffadz Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 14 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi senam lansia dilakukan satu kali per minggu, dan pengukuran PEFR dilakukan menggunakan peak flow meter sebelum dan sesudah intervensi. Data diuji menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, yang menunjukkan bahwa distribusi data pre-test (p = 0.557) dan post-test (p = 0.431) berdistribusi normal (p > 0.05). Oleh karena itu, analisis lanjutan menggunakan uji parametrik Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai PEFR dari 269.29 L/menit pada pre-test menjadi 279.29 L/menit pada post-test. Namun, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi p = 0.291 (p > 0.05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara nilai PEFR sebelum dan sesudah pelaksanaan senam lansia berbasis OEP. Meskipun demikian, peningkatan rerata PEFR secara klinis menggambarkan adanya tren perbaikan fungsi respirasi pada sebagian besar responden setelah mengikuti intervensi. Kesimpulan: Senam lansia memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) pada lanjut usia meskipun tidak signifikan secara statistik. Latihan ini tetap direkomendasikan sebagai upaya untuk mempertahankan kekuatan otot pernapasan dan kesehatan paru, serta mendukung peningkatan kualitas hidup pada lanjut usia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Senam lansia, Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), Otago Exersice, lansia, fungsi paru, aktivitas fisik |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 00:27 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 00:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54553 |
