PRATIWI, RIKA (2025) PENGALAMAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM PENANGANAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA = Experience of Community Nurses in Handling Landslide Disasters in Parangloe District Gowa Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011241096-TBPHspwuSx4OtQ2y-20260119100451.png
Download (66kB) | Preview
R011241096-1-2.pdf
Download (578kB)
R011241096-dp.pdf
Download (325kB)
R011241096-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK RIKA PRATIWI. Pengalaman Perawat Komunitas dalam Penanganan Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa (dibimbing oleh Wa Ode Nur Isnah S) Latar belakang: Bencana tanah longsor merupakan bencana yang kerap terjadi di Indonesia, terutama akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan ketidakstabilan lereng sehingga perlu adanya penanganan risiko bencana yang berkelanjutan. Penanganan risiko bencana menuntut pendekatan multisektoral dan integrasi ke dalam sistem kesehatan nasional, sebagaimana ditekankan dalam Kerangka Sendai dan regulasi nasional. Perawat komunitas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan bencana. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman perawat komunitas dalam penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Jumlah partisipan sebanyak 7 perawat komunitas yang terlibat dalam penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Parangloe. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik snowball dan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar pedoman wawancara. Hasil: Peran perawat komunitas dalam penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Parangloe meliputi beberapa fase. Pada fase prabencana, perawat melakukan persiapan logistik dasar dan identifikasi potensi bencana. Pada fase bencana, perawat melaksanakan pelayanan kesehatan di lokasi bencana, rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, serta identifikasi dan asesmen korban. Pada fase pascabencana, perawat melakukan kunjungan lanjutan dan pemantauan kesehatan, pemberian edukasi kesehatan pascabencana, serta penyediaan dukungan psikososial. Kendala dan tantangan yang dihadapi perawat komunitas dalam memberikan pelayanan kesehatan pada situasi bencana di Kecamatan Parangloe meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya alat pelindung diri dan peralatan medis, keterbatasan logistik dan obat-obatan yang hanya disediakan oleh Puskesmas, kurangnya pelatihan dan kesiapan mental, serta sulitnya akses akibat kondisi medan yang ekstrem. Strategi yang diterapkan perawat komunitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana meliputi penempatan posko di lokasi strategis, penerapan prioritas pelayanan (triase), kunjungan door-to-door ke keluarga terdampak, pemberian edukasi langsung yang kontekstual, penerapan komunikasi terapeutik, pembentukan kemitraan lintas sektor, pendokumentasian dan pelaporan secara terstruktur, serta pembagian shift secara mandiri. Kesimpulan: Peran perawat komunitas dalam penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Parangloe tergolong baik. Namun, perawat menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada situasi bencana, sehingga diperlukan strategi yang tepat dalam pelaksanaan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengalaman, perawat komunitas, tanah longsor |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 03:42 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 03:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54534 |
