ERWINSYAH, ERWINSYAH (2025) GAMBARAN FAKTOR DETERMINAN KEJAR TUMBUH BAYI (6 – 24 BULAN) DENGAN RIWAYAT BBLR DI KABUPATEN NUNUKAN = DESCRIPTION OF DETERMINANT FACTORS OF CATCH-UP GROWTH IN INFANTS (6 – 24 MONTHS) WITH A HISTORY OF LBW IN NUNUKAN DISTRICT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011241067-q5JH3RbeGfLTitSu-20251230054720.jpg
Download (254kB) | Preview
R011241067-1-2.pdf
Download (345kB)
R011241067-dp.pdf
Download (170kB)
R011241067-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Erwinsyah. R011241067. GAMBARAN FAKTOR DETERMINAN KEJAR TUMBUH BAYI (6 – 24 Bulan) DENGAN RIWAYAT BBLR DI KABUPATEN NUNUKAN. Dibimbing oleh Suni Hariati. Latar Belakang : Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan termasuk stunting, gizi kurang serta hambatan perkembangan motorik dan kognitif. Kabupaten Nunukan merupakan wilayah dengan kasus BBLR dan gizi kurang yang cukup tinggi di Provinsi Kalimantan Utara. Maka perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya kejar tumbuh pada 24 bulan pertama kehidupan. Tujuan: Mengetahui gambaran faktor determinan kejar tumbuh bayi 6 – 24 bulan dengan riwayat berat badan lahir rendah di Kabupaten Nunukan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan di Puskesmas Setabu, Puskesmas Sungai Taiwan, Puskesmas Sungai Nyamuk, Puskesmas Setara, Puskesmas Aji Kuning, Puskesmas Tanjung harapan dan Puskesmas Mansalong. Sampel berjumlah 60 bayi berusia 6–24 bulan dengan riwayat BBLR. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Usia gestasi saat lahir sebanyak 28 bayi (46.7%) lahir dengan prematur dan 32 bayi (53.3%) lahir dengan cukup bulan. Pemberian ASI eksklusif sebanyak 61,7%, sedangkan riwayat imunisasi tidak sesuai usia sebanyak 51,6% bayi. Pemberian MPASI pada kategori baik sebanyak 75% responden dan faktor lingkungan dalam kategori baik ditemukan pada 76,7%. Serta status pertumbuhan menunjukkan 60% bayi memiliki BB/U normal, namun 45% dalam kategori pendek (TB/U) dan 5% sangat pendek dan sebanyak 71,7% memiliki status gizi baik berdasarkan BB/TB. Kesimpulan dan Saran : Sebagian besar bayi dengan riwayat BBLR telah menunjukkan bahwa sebagian besar bayi BBLR telah mengalami proses kejar tumbuh yang positif dengan berbagai faktor, meskipun masih terdapat sebagian bayi yang belum mencapai pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Diperlukan penguatan edukasi gizi, pemantauan berkala terhadap pertumbuhan bayi dan peningkatan cakupan imunisasi untuk mendukung keberhasilan kejar tumbuh bayi BBLR.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BBLR, Kejar Tumbuh, Stunting, Pertumbuhan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 02:43 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 02:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54524 |
