Korelasi Family Empowerment dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pasien Tuberkulosis Paru = The Correlation between Family Empowerment and Adherence to Anti-Tuberculosis (OAT) Medication among Pulmonary Tuberculosis Patients


HS, INGGRIYANINGSIH (2025) Korelasi Family Empowerment dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pasien Tuberkulosis Paru = The Correlation between Family Empowerment and Adherence to Anti-Tuberculosis (OAT) Medication among Pulmonary Tuberculosis Patients. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011241063-jq83Jd4hPELmtBMe-20251224073131.jpg

Download (363kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011241063-1-2.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011241063-dp.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
R011241063-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 December 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Salah satu kendala utama dalam pengendalian TB adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Kepatuhan pasien dipengaruhi oleh dukungan dan keterlibatan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ko-relasi antara Family Empowerment dengan kepatuhan minum OAT pada pasien tuberkulosis paru di UPF BBKPM Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 112 responden yang dipilih dengan teknik purposive sam-pling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Family Empowerment Scale (FES) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemberdayaan keluarga be-rada pada kategori tinggi dengan rerata skor FES = 126,22 ± 11,40, sedangkan tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan OAT juga tinggi dengan rerata skor MMAS-8 = 7,67 ± 0,57. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Family Empowerment dan kepatuhan minum OAT (r = 0,464; p = 0,001). Seluruh dimensi pemberdayaan keluarga memiliki hubungan positif terhadap kepatuhan pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang ber-makna antara Family Empowerment dan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru. Semakin tinggi pemberdayaan keluarga, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Pemberdayaan keluarga yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi TB.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Family Empowerment, Kepatuhan Minum Obat, OAT, Tuberkulosis Paru.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 10 Mar 2026 02:40
Last Modified: 10 Mar 2026 02:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54522

Actions (login required)

View Item
View Item