LANGI', DWICLARA SAMBO (2025) Hubungan Self-Efficacy dengan Cancer-Related Fatigue pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi = The Relationship of Self-Efficacy with Cancer-Related Fatigue in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221129-hJXC3DrgjF5MV8uI-20260106081344.jpg
Download (458kB) | Preview
R011221129-1-2.pdf
Download (338kB)
R011221129-dp.pdf
Download (210kB)
R011221129-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Kanker payudara merupakan kanker dengan kasus tertinggi pada wanita dan kemoterapi sebagai pengobatan sering menimbulkan Cancer-Related Fatigue (CRF). CRF tidak dapat hilang dengan istirahat dan mengganggu aktivitas. Self-efficacy diketahui dapat berperan membantu pasien mengelola gejala dan efek samping pengobatan seperti CRF. Namun, penelitian mengenai hubungan self-efficacy dan CRF pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan self-efficacy dengan cancer-related fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 102 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan Adalah kuesioner Self Management Efficacy Scale for Breast Cancer (SMES-BC) untuk mengukur self-efficacy dan kuesioner Functional Assesment of Chronic Illness Therapy-Fatigue Scale (FACIT-Fs) untuk mengukur kelelahan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-efficacy yang tinggi dengan skor rata-rata 224.07±14.48 dan skor rata-rata CRF 34.64±5.85 yang menunjukkan kelelahan sedang. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan cancer-related fatigue (p < 0.05, r = 0.457) dan berada pada kekuatan sedang. Pasien yang memiliki self-efficacy lebih tinggi memiliki cancer-related fatigue yang lebih rendah. Self-efficacy berperan dalam membantu pasien kanker payudara mengelola Cancer-Related Fatigue (CRF) selama menjalani kemoterapi. Self-efficacy yang lebih tinggi berkaitan dengan kelelahan yang lebih rendah, sehingga menjadi salah satu faktor yang dapat berkontribusi dalam menurunkan CRF.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self-efficacy, Cancer-Related Fatigue, Kemoterapi, Kanker Payudara |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 00:33 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 00:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54505 |
