ARISIAH, ATIKAH RAMADHANI (2026) HUBUNGAN HOMESICKNESS DENGAN KESEHATAN JIWA SISWA BERASRAMA DI SMAN 13 PANGKEP BOARDING SCHOOL DAN SMAN 11 PANGKEP = THE RELATIONSHIP BETWEENHOMESICKNESS AND MENTAL HEALTH AMONG BOARDING STUDENTS AT SMAN 13 PANGKEP BOARDING SCHOOL AND SMAN 11 PANGKEP. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221102-3bz8jGkFgJCn1c7P-20260114194149.jpg
Download (521kB) | Preview
R011221102-1-2.pdf
Download (363kB)
R011221102-dp.pdf
Download (233kB)
R011221102-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ATIKAH RAMADHANI ARISIAH. Hubungan Homesickness dengan Kesehatan Jiwa Siswa Berasrama di SMAN 13 Pangkep Boarding School dan SMAN 11 Pangkep (dibimbing oleh Akbar Harisa). Latar Belakang. Homesickness merupakan fenomena psikologis yang umum dialami siswa berasrama dan berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa, kenyamanan adaptasi, serta fungsi akademik mereka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik siswa berasrama, tingkat homesickness, tingkat kesehatan jiwa, serta hubungan antara homesickness dengan kesehatan jiwa siswa di SMAN 13 Pangkep Boarding School dan SMAN 11 Pangkep. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala homesickness serta instrumen penilaian kesehatan jiwa. Teknik analisis mencakup analisis univariat untuk menggambarkan distribusi data dan analisis bivariat untuk menilai hubungan antar variabel penelitian. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa responden didominasi remaja usia 15–17 tahun dan sebagian besar mengalami homesickness pada kategori sedang (93,4%). Kondisi kesehatan jiwa responden umumnya berada pada kategori sedang (49,6%). Rata-rata (mean) skor homesickness sebesar (67,97), sedangkan skor kesehatan jiwa sebesar (15,56). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara homesickness dan kesehatan jiwa (r = −0,714; p < 0,001). Kesimpulan. Homesickness memiliki kontribusi nyata terhadap kesejahteraan psikologis siswa berasrama. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan intervensi promotif dan preventif dalam praktik keperawatan di lingkungan sekolah, termasuk skrining mental rutin, psikoedukasi, dukungan sosial, serta akses konseling profesional. Direkomendasikan agar sekolah meningkatkan dukungan sosial-emosional melalui pemantauan psikologis secara rutin, guru bimbingan konseling menyediakan edukasi stres dan layanan konseling adaptif dan orang tua menjaga komunikasi emosional positif dengan anak selama tinggal di asrama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : homesickness, kesehatan jiwa, siswa berasrama. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 02:47 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 02:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54484 |
