Hubungan Pola Diet Tinggi Antioksidan Dengan Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa = THE RELATIONSHIP BETWEEN A HIGH-ANTIOXIDANT DIET PATTERN AND THE INCIDENCE OF DIABETIC NEUROPATHY IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN THE WORKING AREA OF BONTONOMPO II PUBLIC HEALTH CENTER KABUPATEN GOWA


IZULMUKHARIMAH, IZULMUKHARIMAH (2025) Hubungan Pola Diet Tinggi Antioksidan Dengan Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa = THE RELATIONSHIP BETWEEN A HIGH-ANTIOXIDANT DIET PATTERN AND THE INCIDENCE OF DIABETIC NEUROPATHY IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN THE WORKING AREA OF BONTONOMPO II PUBLIC HEALTH CENTER KABUPATEN GOWA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011221081-BZ6RQCT9rD02q8sY-20260103005036.jpg

Download (64kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011221081-1-2.pdf

Download (320kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011221081-dp.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of FULLTEXT] Text (FULLTEXT)
R011221081-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Izulmukharimah R011221081. HUBUNGAN POLA DIET TINGGI ANTIOKSIDAN DENGAN KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS, dibimbing oleh Dr. Andina Setyawati, Saldy Yusuf, dan Ummi. Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis akibat hiperglikemia yang masih menjadi masalah kesehatan global. Saat ini terdapat sekitar 589 juta penderita DM di dunia, dan jumlah tersebut diprediksi meningkat menjadi 853 juta pada tahun 2050. Hiperglikemia kronis menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak saraf perifer dan memicu terjadinya neuropati diabetik. Pola diet tinggi antioksidan berperan penting dalam menekan stres oksidatif dan menjaga fungsi saraf. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara pola diet tinggi antioksidan dengan kejadian neuropati diabetik pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Bontonompo II Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 175 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Pola diet dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire–Total Antioxidant Capacity (FFQ–TAC), sedangkan neuropati diabetik diukur menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan Odds Ratio (OR). Hasil: Mayoritas responden memiliki pola diet tinggi antioksidan (46,9%), dan prevalensi neuropati diabetik sebesar 26,3%. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola diet tinggi antioksidan dan kejadian neuropati diabetik (r = –0,191; p = 0,011). Selain itu, hasil analisis menunjukkan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,778 (95% CI: 1,137–6,789), yang berarti bahwa responden dengan pola makan rendah antioksidan memiliki peluang sekitar 2,78 kali lebih besar untuk mengalami neuropati diabetik dibandingkan responden dengan pola makan sedang hingga tinggi antioksidan. Kesimpulan: Pola diet tinggi antioksidan terbukti memiliki efek protektif dalam menurunkan risiko neuropati diabetik melalui mekanisme penurunan stres oksidatif. Edukasi konsumsi makanan kaya antioksidan perlu diintegrasikan dalam strategi promotif dan preventif bagi pasien DM di fasilitas layanan kesehatan primer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Diabetes Mellitus, Neuropati Diabetik, Antioksidan, Pola Diet, TAC.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 09 Mar 2026 00:38
Last Modified: 09 Mar 2026 00:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54468

Actions (login required)

View Item
View Item