Hubungan Kebiasaan Konsumsi Minuman Berkafein dengan Tingkat Anemia Defisiensi Zat Besi pada Mahasiswi Fakultas Keperawatan dan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin = The Association of Caffeinated Beverage Consumption with Iron Deficiency Anemia among Female Nursing and Engineering Students at Hasanuddin University


SYARIFUDDIN, MAGHFIRATUNNISA (2025) Hubungan Kebiasaan Konsumsi Minuman Berkafein dengan Tingkat Anemia Defisiensi Zat Besi pada Mahasiswi Fakultas Keperawatan dan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin = The Association of Caffeinated Beverage Consumption with Iron Deficiency Anemia among Female Nursing and Engineering Students at Hasanuddin University. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011221071-87gYMxkwRDApbH1s-20260115082046.jpg

Download (510kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011221071-1-2.pdf

Download (290kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011221071-dp.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
R011221071-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 December 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Prevalensi anemia terus meningkat dan masih menjadi masalah kesehatan global, terutama pada perempuan usia reproduksi. Konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi karena kandungan polifenol, sehingga berisiko memicu anemia defisiensi zat besi. Tren konsumsi minuman berkafein meningkat seiring perubahan gaya hidup dan tuntutan akademik, khususnya di kalangan mahasiswi, termasuk di Kota Makassar. Tujuan. Mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi minuman berkafein dengan tingkat anemia defisiensi zat besi pada remaja putri di Kota Makassar. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 182 mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Teknik Universitas Hasanuddin melalui simple random sampling. Data konsumsi minuman berkafein dikumpulkan menggunakan SQ- FFQ, kadar Hb diukur dengan POCT (Easytouch GCHB), dan analisis dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil. Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi minuman berkafein dan tingkat anemia (p = 0,000; r = -0,481), menunjukkan arah negatif dengan kekuatan sedang, artinya semakin tinggi konsumsi kafein, semakin rendah kadar Hb. Kesimpulan. Konsumsi minuman berkafein pada remaja putri umumnya jarang dan didominasi produk non-kopi. Meskipun mayoritas memiliki kadar Hb normal, anemia masih ditemukan, dan kebiasaan berkafein saling berhubungan dengan tingkat anemia, dimana semakin sering mengonsumsi minuman berkafein, maka kadar hemoglobin semakin rendah yang mengindikasikan terjadinya anemia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Mahasiswa, Minuman Berkafein, Anemia Defisienesi Zat Besi, Hemoglobin
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 09 Mar 2026 00:13
Last Modified: 09 Mar 2026 00:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54463

Actions (login required)

View Item
View Item