HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN STRES KERJA DENGAN RISIKO PREDIABETES PADA PEKERJA KANTORAN = THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND WORK STRESS WITH THE RISK OF PREDIABETES AMONG OFFICE WORKERS


BAYU, WANDRI (2025) HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN STRES KERJA DENGAN RISIKO PREDIABETES PADA PEKERJA KANTORAN = THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND WORK STRESS WITH THE RISK OF PREDIABETES AMONG OFFICE WORKERS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
R011221037-y0Pr4djSwfKsVNCR-20260109133746.jpg

Download (472kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
R011221037-1-2.pdf

Download (141kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
R011221037-dp.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
R011221037-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Wandri Bayu. R011221037. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN STRES KERJA DENGAN RISIKO PREDIABETES PADA PEKERJA KANTORAN, dibimbing oleh Dr. Nurhidayat Jafar, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Prediabetes merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal, namun belum mencapai ambang batas diabetes tipe 2. Kondisi ini berisiko berkembang menjadi diabetes dalam 5–10 tahun apabila tidak dikelola dengan baik. Gaya hidup sedentari seperti rendahnya tingkat aktivitas fisik dan stres kerja tinggi menjadi faktor risiko utama di kalangan pekerja kantoran. Aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sedangkan stres kerja kronis meningkatkan kadar kortisol dan resistensi insulin, sehingga memperbesar risiko terjadinya prediabetes. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara aktivitas fisik dan stres kerja dengan risiko prediabetes pada pekerja kantoran di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 106 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Data dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) untuk aktivitas fisik, Job Stress Scale (JSS) untuk stres kerja, serta pemeriksaan glukosa darah sewaktu untuk menilai risiko prediabetes. Analisis data menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (47,2%), stres kerja sedang (69,8%), dan risiko prediabetes rendah (62,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan risiko prediabetes (p = 0,019), serta antara stres kerja dan risiko prediabetes (p = 0,024). Responden dengan aktivitas fisik ringan dan stres kerja tinggi menunjukkan proporsi risiko prediabetes yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Kesimpulan dan Saran: Aktivitas fisik ringan dan stres kerja tinggi berhubungansignifikan dengan peningkatan risiko prediabetes pada pekerja kantoran. Diperlukan intervensi di tempat kerja yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik dan manajemen stres untuk mencegah prediabetes serta meningkatkan kesehatan metabolik karyawan. Kata Kunci: aktivitas fisik, stres kerja, prediabetes, pekerja kantoran. Sumber Literatur: 60 Kepustakaan (2018-2025)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik, stres kerja, prediabetes, pekerja kantoran.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 05 Mar 2026 06:20
Last Modified: 05 Mar 2026 06:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54433

Actions (login required)

View Item
View Item