BUNDASARI, ALFIAH (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL DAN KUALITAS HUBUNGAN INTIM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KOTA MAKASSAR = THE RELATIONSHIP BETWEEN FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS WITH SEXUAL DYSFUNCTION AND INTIMATE RELATIONSHIP QUALITY IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221020-M0NKe8YFGZQwk7gh-20260108141705.jpeg
Download (78kB) | Preview
R011221020-1-2.pdf
Download (352kB)
R011221020-dp.pdf
Download (248kB)
R011221020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Alfiah Bundasari. R011221020. HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL DAN KUALITAS HUBUNGAN INTIM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KOTA MAKASSAR, dibimbing oleh Dr. Nuurhidayat Jafar, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Kadar gula darah puasa (GDP) yang tidak terkontrol dapat menyebabkan disfungsi seksual dan menurunkan kualitas hubungan intim, namun penelitian terkait hal ini di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa (GDP) dengan disfungsi seksual dan kualitas hubungan intim pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 120 responden yang dipilih melalui purposive sampling di 4 puskesmas Kota Makassar. Kadar GDP diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan langsung, disfungsi seksual diukur menggunakan kuesioner FSFI-6 untuk wanita dan IIEF-15 untuk pria, serta kualitas hubungan intim menggunakan NSSS. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman. Hasil: Sebagian besar pasien memiliki kadar GDP yang tidak terkontrol (>130) (65,8%), Sebagian besar responden memiliki kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan disfungsi seksual, baik pada perempuan berdasarkan skor FSFI-6 (p = 0,021) maupun pada laki-laki berdasarkan skor IIEF-15 (p = 0,001), serta dengan kualitas hubungan intim berdasarkan skor NSSS (p = 0,001). Kesimpulan dan Saran: Kadar gula darah puasa yang tinggi berhubungan signifikan dengan disfungsi seksual dan penurunan kualitas hubungan intim pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan glikemik yang optimal serta perhatian terhadap aspek kesehatan seksual dan hubungan intim dalam asuhan keperawatan guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: gula darah puasa, disfungsi seksual, kualitas hubungan intim, diabetes melitus tipe 2. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 06:34 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 06:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54427 |
