FIRDAUSIA, NURUL (2026) Gambaran Tingkat Mobilitas Fungsional pada Lansia Pasca-Stroke Berdasarkan Skala TUG = Functional Mobility Levels Among Post-Stroke Older Peoples Based on the Timed Up and Go (TUG) Test. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011221018-KwhSTGpm6vbU0l4C-20260103110244.jpg
Download (465kB) | Preview
R011221018-1-2.pdf
Download (262kB)
R011221018-dp.pdf
Download (134kB)
R011221018-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
NURUL FIRDAUSIA. Gambaran Tingkat Mobilitas Fungsional pada Lansia Pasca-Stroke Berdasarkan Skala TUG (dibimbing oleh Andi Masyitha Irwan). Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan penurunan kualitas hidup pada lansia. Salah satu dampak signifikan pasca-stroke adalah penurunan mobilitas fungsional yang meningkatkan risiko jatuh dan ketergantungan. Penilaian yang akurat mengenai kemampuan mobilitas lansia pasca-stroke sangat penting sebagai dasar perencanaan intervensi rehabilitatif. Skala Timed Up and Go (TUG) merupakan instrumen sederhana, valid, dan reliabel untuk mengevaluasi kemampuan mobilitas dan risiko jatuh pada lansia. Namun, penelitian yang mendeskripsikan tingkat mobilitas lansia pasca-stroke berdasarkan TUG di Indonesia masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat mobilitas fungsional pada lansia pasca-stroke berdasarkan hasil pengukuran menggunakan skala TUG. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 119 lansia pasca-stroke yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Pengukuran mobilitas dilakukan menggunakan instrumen TUG. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, nilai rata-rata, median, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum. Hasil. Mayoritas responden berada pada rentang usia 60–74 tahun (95,8%) dengan rerata usia 64,61 ± 4,21 tahun dan didominasi oleh laki-laki (60,5%). Sebagian besar responden mengalami stroke iskemik (95,8%), memiliki durasi pasca-stroke rata-rata 4,59 bulan, serta komorbid utama berupa hipertensi (56,3%). Berdasarkan hasil TUG, nilai rata-rata adalah 17,19 ± 2,13 detik dengan rentang nilai 9,5–21,7 detik. Sebanyak 110 responden (92,4%) termasuk dalam kategori mobilitas buruk atau risiko jatuh tinggi (≥12 detik), sedangkan 9 responden (7,6%) berada pada kategori mobilitas relatif baik. Mobilitas buruk paling banyak ditemukan pada lansia usia 60–74 tahun (92,1%), laki-laki (95,8%), penderita stroke iskemik (93,0%), serta responden dengan komorbid kardiometabolik dan yang menggunakan alat bantu jalan. Kesimpulan. Tingkat mobilitas fungsional lansia pasca-stroke di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa secara umum berada pada kategori buruk dengan risiko jatuh tinggi. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan program rehabilitasi, pemantauan risiko jatuh, serta intervensi keperawatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kemampuan mobilitas dan kemandirian lansia pasca-stroke.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | mobilitas fungsional, lansia pasca-stroke, Timed Up and Go, risiko jatuh |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 06:23 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 06:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54424 |
