ISLAM, ALIF MUHAMMAD (2025) GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG DETEKSI DINI STROKE DI PUSKESMAS JONGAYA MAKASSAR = OVERVIEW LEVEL OF KNOWLEDGE ON EARLY STROKE DETECTION AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS AT JONGAYA PRIMARY HEALTH CENTER MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R011211014-7m5JnoiNE6V9UvFL-20260119202640.jpg
Download (456kB) | Preview
R011211014-1-2.pdf
Download (342kB)
R011211014-dp.pdf
Download (297kB)
R011211014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 December 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke, dan meningkatnya kasus hipertensi di Indonesia, termasuk lonjakan signifikan di Puskesmas Jongaya, menjadikan populasi ini sangat rentan. Stroke sendiri adalah kondisi gawat darurat dengan golden time 3–4,5 jam, namun banyak penderita terlambat mencari pertolongan akibat rendahnya pengetahuan mengenai gejala dan faktor risikonya. Padahal sekitar 80% stroke dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan deteksi dini. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki perilaku pencegahan stroke yang buruk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan deteksi dini stroke pada pasien hipertensi di Puskesmas Jongaya Makassar. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan deteksi dini stroke pada pasien hipertensi di Puskesmas Jongaya Makassar berdasarkan karakteristik responden. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan pada Mei–Juli 2025. Populasi sebanyak 575 pasien hipertensi; sampel 236 responden diambil menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Stroke Recognition Questionnaire (SRQ) versi Bahasa Indonesia; analisis data bersifat univariat (frekuensi, persentase, mean, dan SD). Kategori pengetahuan ditetapkan berdasarkan Modified Bloom’s cut-off. Hasil: Dari 236 responden, mayoritas (53,4%) memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, 31,4% rendah, dan sisanya pada kategori tinggi. Skor pengetahuan rata-rata 64,61 (SD = 13,57; rentang 26–97). Berdasarkan usia, kelompok dewasa (20–44 tahun) menunjukkan proporsi tertinggi pengetahuan tinggi (11,4%), sementara lanjut usia (>60 tahun) paling banyak berada pada kategori rendah (36,1%). Gejala yang paling banyak dikenali adalah kehilangan keseimbangan (81,78%), sedangkan gejala yang paling sedikit dikenali adalah bingung/orientasi terganggu (38%) dan penglihatan ganda (33%). Faktor risiko yang paling diketahui adalah kolesterol tinggi (70%) dan kurang aktivitas fisik (63%), sedangkan yang paling rendah diketahui adalah konsumsi alkohol >2 gelas/hari (41,95%) dan riwayat serangan jantung (46,19%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan deteksi dini stroke pada pasien hipertensi di Puskesmas Jongaya Makassar umumnya cukup tetapi belum merata, pemahaman terhadap gejala dan beberapa faktor risiko masih rendah. Direkomendasikan program edukasi terarah, khususnya untuk kelompok lanjut usia, untuk memperkuat kemampuan deteksi dini dan pencegahan primer stroke.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hipertensi, Stroke, Deteksi dini stroke, Pengetahuan, Gejala stroke, Faktor risiko stroke. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 06:01 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54407 |
