Analisis Indeks Kerentanan Tanah (Kg) Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) Di Desa Anabanua, Kabupaten Barru = Analysis Of Soil Vulnerability Index (Kg) Using The HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) Microtremor Method In Anabanua Village, Barru Regency


PANA, CINDY GRACE (2025) Analisis Indeks Kerentanan Tanah (Kg) Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) Di Desa Anabanua, Kabupaten Barru = Analysis Of Soil Vulnerability Index (Kg) Using The HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) Microtremor Method In Anabanua Village, Barru Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H061191031-Cover.jpg

Download (412kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H061191031-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (816kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H061191031-dp(FILEminimizer).pdf

Download (476kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H061191031-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dipengaruhi oleh keberadaan Sesar Walanae dan disusun oleh satuan batuan yang beragam. Desa Anabanua yang terletak di Kabupaten Barru berada pada zona peralihan antara batuan karbonat Formasi Tonasa dan endapan sedimen permukaan yang relative lunak, sehingga berpotensi menyebabkan variasi nilai amplifikasi gelombang. Tujuan. Tujuan spesifik dari penelitinan ini yaitu untuk mengidentifikasi sebaran nilai frekuensi dominan (f₀) dan amplifikasi tanah (A₀), serta mengidentifikasi tingkat kerentanan tanah berdasarkan nilai indeks kerentanan tanah (Kg) di daerah penelitian. Metode. Metode yang digunakan dalam penilitian ini yaitu mikrotremor dengan pendekatan metode HVSR (Horizontal toVertical Spectal Ratio) yang diolah melalui software Geopsy untuk memperoleh nilai frekuensi dominan (f₀), amplifikasi tanah (A₀), dan indeks kerentanan tanah (Kg). Hasil. Nilai frekuensi dominan (f₀) berkisar antara 0,7-19,6 Hz dengan sebagian besar lokasi penelitian tergolong Jenis I (batuan keras dengan lapisan sedimen tipis) yang tersebar di bagian barat, timur, dan dominan pada bagian selatan. Jenis II, III, dan IV tersebar di bagian barat, selatan, dan dominan pada bagian timur laut dengan lapisan sedimen tipis hingga sangat dalam. Nilai amplifikasi tanah (A₀) berkisar antara 1,9-11 dengan sebagian besar lokasi penelitian berada pada kategori II (sedang) dan kategori III (tinggi), menunjukkan wilayah tersebut berpotensi mengalami penguatan yang cukup besar jika terjadi guncangan. Nilai indeks kerentanan tanah (Kg) berkisar antara 0,38-177,99 dengan sebagian titik pengukuran berada dalam kategori rendah yang memiliki kestabilan yang relatif baik. Daerah dengan kategori tinggi dan sangat tinggi lebih banyak terdapat pada bagian utara lokasi penelitian. Kesimpulan. Sebagian besar wilayah Desa Anabanua memiliki tingkat kerentanan tanah yang rendah dengan kestabilan yang relatif baik terhadap guncangan. Namun, daerah pada bagian utara dengan kategori kerentanan tinggi dan sangat tinggi memiliki tingkat kestabilan rendah dan cenderung akan mengalami deformasi saat terjadi guncangan, sehingga diperlukan desain bangunan khusus yang disesuaikan dengan kondisi geologi setempat.

Keyword : Mikrotremor, HVSR, Frekuensi Dominan, Amplifikasi Tanah, Indeks Kerentanan Tanah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Microtremor, HVSR, dominant frequency, soil amplification values, soil vulnerability index.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 05 Mar 2026 05:54
Last Modified: 05 Mar 2026 05:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54404

Actions (login required)

View Item
View Item