MUNAWARAH, MUNAWARAH (2026) Keanekaragaman Jenis Nyamuk yang Berpotensi sebagai Vektor Penyakit (Diptera:Culicidae) di Kawasan Taman Arkeologi Leang-Leang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros = Diversity of Mosquito Species with Potential as Disease Vectors (Diptera: Culicidae) in the Leang-Leang Archaeological Park, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041211065-Cover.jpg
Download (285kB) | Preview
H041211065-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (185kB)
H041211065-dp(FILEminimizer).pdf
Download (95kB)
H041211065-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (700kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Taman Arkeologi Leang-leang merupakan salah satu situs arkeologi terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan ini memiliki vegetasi yang didominasi oleh tumbuhan epifit serta dialiri sungai di sepanjang taman. Sungai ini menjadikan Taman Arkeologi Leang-leang sebagai breeding place bagi nyamuk. Beberapa penyakit tular vektor yang diakibatkan berbagai jenis nyamuk diantaranya demam berdarah, malaria, filariasis, chikungunya, Japanese Encephalitis dan sebagainya. Untuk mengendalikan penyakit tular vektor diperlukan data tentang keanekaragaman spesies nyamuk. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis nyamuk di Taman Arkeologi Leang-leang dan mengkaji potensinya sebagai vektor penular penyakit. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Sampling nyamuk dilakukan menggunakan metode trap di tiga stasiun. Identifikasi nyamuk dewasa menggunakan buku kunci C.T O’Connor dan Arwati Soepanto (2013). Data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, dominansi, kemerataan dan kekayaan jenis. Hasil. Diperoleh sembilan jenis dari empat genus yaitu Ae. aegypti, Ae. albopictus, Anopheles barbirostris, Armigeres subalbatus, Culex bitaeniorhchyus, Cx. gelidus, Cx. fuschocephalus, Cx. quinqufasciatus dan Cx. tritaeniorhchus. Jenis Cx quinqufasciatus yang paling banyak ditemukan sebanyak 46% sedangkan jenis Cx. fuschocephalus dan Ae. aegypti paling sedikit ditemukan hanya 1%. Kesimpulan. Indeks keanekaragaman jenis nyamuk pada Taman Arkeologi Leang-leang menunjukkan nilai 1,31 yang tergolong sedang. Hasil studi literatur menunjukkan Ae. aegypti diketahui berperan sebagai vektor utama penyakit DBD, Zika dan chikungunya , Ae. albopictus berperan vektor sekunder ketiga penyakit tersebut. An. barbirostris diketahui berperan sebagai vektor utama penyakit malaria. Ar. subalbatus dan Cx quinqufasciatus diketahui berperan sebagai vektor penyakit filariasis. Cx. tritaeniorhychus berperan sebagai vektor utama penyakit Japanese Encephalitis (JE) sedangkan Cx. bitaniorhychus, Cx. fuschocephalus, Cx. dan Cx. gelidus diketahui menjadi vektor penting/sekunder penyakit ini.
Keyword : Nyamuk, vektor penyakit, keanekaragaman jenis, Taman Arkeologi Leang-Leang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mosquitoes, disease vectors, Biodiversity, Leang-Leang Archaeological Park. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 03:19 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 03:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54391 |
