PUTRI, DYAH PERMATA (2025) Analisis Perkembangan Lahan Permukiman di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar = Analysis of Settlement Land Development in Biringkanaya Sub-districk Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D101201085-SKRIPSI-COVER.png
Download (640kB) | Preview
D101201085-SKRIPSI-BAB 1-2.pdf
Download (375kB)
D101201085-SKRIPSI-DAPUS.pdf
Download (58kB)
D101201085-SKRIPSI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Lahan merupakan sumber daya penting yang terbatas, sehingga persaingan penggunaannya sering menurunkan kualitas lahan, merusak lingkungan, dan meningkatkan risiko bencana. Perkembangan Kota Makassar memicu urban sprawl di kawasan pinggiran, seperti di Kecamatan Biringkanaya yang merupakan salah satu kawasan pinggiran (sub urban) mengalami dampak dari perluasan kota ke kawasan pinggiran, seperti pusat perbelanjaan, yang kini berubah menjadi perumahan dan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi pola perkembangan lahan permukiman tahun 2003–2023, 2) Menganalisis karakteristik perkembangan lahan permukiman secara sprawl, 3) Menyusun arahan perkembangan lahan permukiman di Kecamatan Biringkanaya. Penelitian yang digunakan ialah menggunakan metode kuantatif deskriptif dengan teknik analisis berupa spasial dan skoring yang kemudian perkembangannya akan dilihat pada peta. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder, dengan variabel yang digunakan ialah pola perkembangan lahan,dan karakteristik sprawl. Hasil penelitian menunjukkan selama 20 tahun terakhir, lahan permukiman di Kecamatan Biringkanaya meningkat signifikan sebesar 1.645 hektar atau 13,8%, dari 1.247,43 hektar pada 2003 menjadi 1.419,68 hektar pada 2023, akibat meningkatnya aktivitas di wilayah tersebut. Tingkat urban sprawl di Kecamatan Biringkanaya terbagi menjadi 3 tipologi, dari 11 Kelurahan yang ada 4 Kelurahan masuk dalam tipologi rendah, 4 Keluarahan masuk dalam tipologi sedang, dan 3 Kelurahan masuk dalam tipologi tinggi. Urban sprawl terbagi menjadi tiga tipologi: rendah, sedang, dan tinggi. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi instrumen utama untuk mengelola urban sprawl, dengan strategi meliputi pengendalian zonasi, penerapan Transit-Oriented Development (TOD), pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengaturan tata ruang dengan kepadatan tinggi, dan edukasi masyarakat, hal ini mendukung pengembangan kota yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkembangan Lahan, Permukiman, Sprawl, Spasial, Sub Urban |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 06:23 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 06:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54349 |
