NUR, ELISANTRI (2025) Analisis Perbandingan Kualitas Udara Ruang Laboratorium Material dan Energi dengan Ruang Administrasi : Kajian Polutan Partikel = Comparative Analysis of Indoor Air Quality in the Material and Energy Laboratory and the Administration Room: A Study of Particulate Pollutants. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H021211043-Cover.png
Download (87kB) | Preview
H021211043-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
H021211043-dp(FILEminimizer).pdf
Download (290kB)
H021211043-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 12 January 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Pencemaran udara dalam ruangan menjadi isu penting karena manusia menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang tertutup, dan akumulasi partikel debu dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan. Ruangan dengan ventilasi terbatas, seperti laboratorium, berpotensi tinggi mengalami peningkatan kadar partikulat akibat aktivitas manusia dan penggunaan bahan kimia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran partikel debu dan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada debu di ruang tunggu Departemen Fisika serta Laboratorium Fisika Material dan Energi, serta untuk membandingkan kualitas udara di kedua lokasi tersebut. Metode. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel debu dari filter pendingin udara (AC) di kedua ruangan, kemudian dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi dan ukuran partikel, serta Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi kimia yang terkandung di dalamnya. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran rata-rata partikel debu di ruang tunggu Departemen Fisika adalah 18,67 ± 0,72 µm², sedangkan pada ruang Laboratorium Fisika Material dan Energi sebesar 11,72 ± 0,41 µm². Hal ini menunjukkan bahwa partikel debu di laboratorium memiliki ukuran lebih kecil, sehingga berpotensi lebih berbahaya bagi kesehatan karena mudah terhirup ke saluran pernapasan bagian dalam. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi seperti O–H, CH₂, C–H, CO₂, C=O, CO₃²⁻, NO₃⁻, C–O, C–S, Al–O–Si, dan Si-O-Si, yang mengindikasikan keberadaan senyawa organik serta mineral anorganik seperti silikat dan karbonat. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ukuran partikel debu yang signifikan, dengan laboratorium memiliki partikel lebih kecil dan berpotensi lebih berbahaya. Analisis FTIR mengidentifikasi senyawa organik dan mineral yang berasal dari aktivitas manusia, bahan kimia laboratorium, dan material bangunan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas udara di Laboratorium Material dan Energi lebih buruk dibanding ruang tunggu Departemen Fisika.
Keyword : pencemaran udara dalam ruangan, debu, SEM, FTIR.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indoor air pollution, Dust, SEM, FTIR. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 01:04 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54311 |
