AZIS, FITRIA (2026) EKSPLORASI ENZIM AMILASE DARI BAKTERI TERMOFILIK SUMBER AIR PANAS WAE PELLAE KABUPATEN SINJAI: SOLUSI BERKELANJUTAN UNTUK DEGRADASI PATI BIJI ALPUKAT = EXPLORATION OF AMYLASE ENZYME FROM THERMOPHILIC BACTERIA IN WAE PELLAE HOT SPRING, SINJAI: SUSTAINABLE SOLUTIONS FOR DEGRADATION AVOCADO SEED STARCH. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H012232005-Cover.jpg
Download (71kB) | Preview
H012232005-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (680kB)
H012232005-dp(FILEminimizer).pdf
Download (204kB)
H012232005-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang, enzim amilase merupakan biokatalis penting yang berperan dalam pemecahan pati menjadi senyawa yang lebih sederhana dan banyak dimanfaatkan di berbagai industri, seperti pangan, farmasi, tekstil, serta bioetanol. Hingga saat ini, kebutuhan enzim di Indonesia sebagian besar masih dipenuhi melalui impor, padahal lingkungan ekstrem seperti sumber air panas menyimpan potensi mikroorganisme lokal penghasil enzim termostabil yang belum banyak dieksplorasi. Salah satu potensi pemanfaatan amilase adalah degradasi pati limbah biji alpukat menjadi dekstrin. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi sumber air panas Wae Pellae di Kabupaten Sinjai sebagai habitat bakteri penghasil amilase termostabil serta menguji pemanfaatan enzim tersebut dalam degradasi pati limbah biji alpukat menjadi dekstrin. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu isolasi dan identifikasi bakteri termofilik, produksi dan pemurnian parsial enzim menggunakan fraksinasi amonium sulfat serta dialisis, dilanjutkan dengan karakterisasi terhadap suhu, pH, konsentrasi substrat, kestabilan, pengaruh ion logam, serta penentuan bobot molekul protein. Aplikasi enzim dilakukan pada proses hidrolisis pati biji alpukat yang diisolasi menggunakan larutan natrium metabisulfit 0,5 %. Hasil penelitian menunjukkan empat isolat amilolitik berhasil diperoleh, dan Calidifontibacillus erzurumensis ATF2IV8 merupakan isolat dengan aktivitas tertinggi. Enzimnya memiliki suhu optimum 70 °C, pH optimum 7, serta stabil hingga 120 menit pada 60 °C, dengan nilai Km 0,8496 % dan Vmax 2,7541 U/mL. Ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ berperan sebagai aktivator, sedangkan SDS-PAGE menunjukkan berat molekul sekitar 53 kDa. Aplikasi enzim pada degradasi pati biji alpukat menghasilkan dekstrin dengan rendemen 86–91 % dan nilai dekstrosa ekivalen 5,56–17,95 %; analisis FTIR menunjukkan karakteristik gugus C–O–C yang menandakan ikatan glikosidik; analisis TGA mengungkapkan bahwa pati biji alpukat memiliki stabilitas termal tinggi (Tonset=314,09 °C), sedangkan dekstrin menunjukkan Tonset lebih rendah (261– 282 °C) akibat penurunan berat molekul, namun masih stabil untuk aplikasi industri di bawah 200 °C. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah C. erzurumensis ATF2IV8 dari sumber air panas Wae Pellae berpotensi sebagai sumber enzim amilase termostabil lokal yang aplikatif untuk degradasi pati limbah biji alpukat menjadi dekstrin secara efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung pengembangan bioteknologi enzim nasional.
Keyword : amilase termostabil; biji alpukat; Calidifontibacillus erzurumensis; dekstrin; sumber air panas Wae Pellae.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Avocado seed; Calidifontibacillus erzurumensis; dextrin; thermostable amylase; Wae Pellae hot spring. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 00:47 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 00:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54308 |
