SANDALAYUK, EMILIANA (2026) ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN PURIFIKASI PARSIAL ENZIM L-ASPARAGINASE DARI BAKTERI TERMOHALOFILIK DI SUMBER AIR PANAS WAWOLESEA SERTA UJI AKTIVITAS SEBAGAI ANTIKANKER PADA SEL MCF-7 DAN ANTIBAKTERI = ISOLATION, CHARACTERIZATION, AND PARTIAL PURIFICATION OF L-ASPARAGINASE ENZYME FROM THERMOPHILIC BACTERIA IN WAWOLESEA HOT SPRING AND ACTIVITY TEST AS AN ANTICANCER AGENT ON MCF-7 AND ANTIBACTERIAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H012231010-Cover.jpg
Download (468kB) | Preview
H012231010-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (503kB)
H012231010-dp(FILEminimizer).pdf
Download (191kB)
H012231010-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK EMILIANA SANDALAYUK. Isolasi, karakterisasi dan purifikasi parsial enzim L-asparaginase dari bakteri termohalofilik di sumber air panas wawolesea serta uji aktivitas sebagai antikanker pada sel MCF-7 dan antibakteri (dibimbing oleh Hasnah Natsir dan Rugaiyah A. Arfah). Latar belakang enzim L-asparaginase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalisis hidrolisis asparagin menjadi asam aspartat dan ammonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan memurnikan enzim L-asparaginase dari bakteri termohalofilik serta menguji aktivitasnya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Metode penelitian ini meliputi tahap isolasi, karakterisasi, dan purifikasi parsial dengan fraksinasi dan dialisis serta uji potensi antikanker MCF-7 dan uji antibakteri. Hasil isolasi bakteri termohalofilik diperoleh delapan isolat yang berpotensi menghasilkan enzim L-asparaginase. Potensi tersebut ditunjukkan oleh kemampuan isolat menghidrolisis L-asparagin pada media selektif. Identifikasi 16S rRNA didapatkan bakteri termohalifilik merupakan genus Enterobacter sp. Aktivitas spesifik ekstrak enzim L-asparaginase adalah 2,571 U/mL dengan kadar protein adalah 0,07 mg/mL, aktivitas spesifik enzim L-asparaginase sebesar 36,74 U/mg protein. Adapun karakterisasi enzim L-asparaginase yaitu pH, suhu, substrat, stabilitas pH, stabilitas suhu, dan pengaruh ion logam yang optimum berturut-turut adalah pH 9, 40 oC, 0,1 M, pH 8 selama 120 menit, 40 oC selama 120 menit sedangkan pengaruh ion logam yaitu Zn2+sebagai aktivator terbaik dengan aktivitas tertinggi sebesar 2,435 U/mL (10 mM) dan inhibitor yaitu Mg2+ dengan aktivitas 0,614 U/mL (1 mM). Uji sitotoksik pada Sel MCF-7 didapatkan IC50 sebesar 353,40 µg/mL dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan diameter zona hambat 6 mm dan Escherichia coli 7,60 mm. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa enzim L-asparaginase dapat diisolasi, dikarakterisasi, dan dimurnikan dari bakteri termohalofilik serta menunjukkan adanya potensi untuk dikembangkan sebagai antikanker dan antibakteri.
Kata Kunci: antibakteri, antikanker, bakteri termohalofilik, enzim L-asparaginase.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibacterial, anticancer, L-asparaginase enzyme, thermohalophilic bacteria. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 00:40 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 00:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54305 |
