DIBYASTI, ASTI (2026) FORMULASI EDIBEL FILM BERBASIS SELULOSA Eucheuma cottonii DENGAN FORTIFIKASI KITOSAN SEBAGAI KEMASAN YANG BERSIFAT BIODEGRADABEL DAN ANTIMIKROBA = FORMULATION OF Eucheuma cottonii CELLULOSE-BASED EDIBLE FILM WITH CHITOSAN FORTIFICATION AS BIODEGRADABLE AND ANTIMIKROBIAL PACKAGING. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H012222004-Cover.jpg
Download (368kB) | Preview
H012222004-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (642kB)
H012222004-dp(FILEminimizer).pdf
Download (195kB)
H012222004-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ASTI DIBYASTI. FORMULASI EDIBLE FILM BERBASIS SELULOSA Eucheuma cottonii DENGAN FORTIFIKASI KITOSAN SEBAGAI KEMASAN YANG BERSIFAT BIODEGRADABLE DAN ANTIMIKROBA (Dibimbing oleh Ahyar Ahmad dan Hasnah Natsir) Latar Belakang, Edible film adalah lapisan tipis yang berfungsi sebagai kemasan primer makanan dan terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi. Edible film berperan menghambat masuknya oksigen, uap air, dan zat terlarut tanpa mengubah sifat makanan, serta dapat dikonsumsi bersamaan dengan produk yang dikemas. Selulosa dari rumput laut E. cottonii memiliki potensi sebagai bahan dasar dalam pembuatan kemasan yang bersifat ramah lingkungan. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan selulosa dari rumput laut E. cottonii, menguji karakterisasi edible film yang difortifikasi kitosan, menganalisis aktivitas antimikroba terhadap E. coli, S. aureus dan Aspergillus sp., serta efektivitas edible film sebagai kemasan dodol. Metode, Proses pemisahan selulosa meliputi beberapa tahapan yaitu hidrolisis, delignifikasi dan bleaching. Edible film diformulasikan dengan variasi konsentrasi selulosa 3%, 5% dan 7%. Karakterisasi edible film dengan parameter ketebalan, kelarutan, laju transmisi uap air, kuat tarik, elongasi, FTIR, biodegradabilitas, organoleptik serta aktivitas antimikroba. Hasil, menunjukkan selulosa yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 7%. Edible film dengan penambahan selulosa pada konsentrasi tertinggi (Film 7%) dapat meningkatkan ketebalan pada edible film hingga 0,077 mm, elongasi 160%, dan Laju Transmisi Uap Air sebesar 9,700 g/m2.24jam, tetapi menurun pada uji kuat tarik 0,236 MPa dan kelarutan 62,01%. Analisis FTIR mengidentifikasikan gugus fungsi -OH pada kisaran bilangan gelombang 3400-3200 cm-1, C-H 3000-2850 cm-1, C=O 1650-1630 cm-1, CH2 1500-1300 cm-1, C-O-C 1300-1000 cm-1. Analisis SEM menghasilkan permukaan yang relatif seragam meskipun menunjukkan aglomerasi ringan pada konsentrasi 5%, dan pada uji antimikroba menunjukkan edible film yang diperoleh dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kesimpulan, Edible film yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik, dan menunjukkan efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan mikroba, serta berpotensi sebagai kemasan pangan yang ramah lingkungan.
Kata kunci: Eucheuma cottoniii, selulosa, edible film, kitosan, antimikroba.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eucheuma cottonii, cellulose, edible film, chitosan, antimicrobial. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 00:36 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 00:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54303 |
