ANALISA KADAR ZINC, ALBUMIN, DAN PROTEINURIA PADA ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK SERANGAN PERTAMA, REMISI DAN RELAPS = ANALYSIS OF SERUM ZINC, ALBUMIN, AND PROTEINURIA IN CHILDREN WITH NEPHROTIC SYNDROME: COMPARISON OF FIRST EPISODE, REMISSION, AND RELAPSE PHASES


PONGSIBIDANG, NANCY (2025) ANALISA KADAR ZINC, ALBUMIN, DAN PROTEINURIA PADA ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK SERANGAN PERTAMA, REMISI DAN RELAPS = ANALYSIS OF SERUM ZINC, ALBUMIN, AND PROTEINURIA IN CHILDREN WITH NEPHROTIC SYNDROME: COMPARISON OF FIRST EPISODE, REMISSION, AND RELAPSE PHASES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C105211002-Cover.png

Download (200kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C105211002-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (391kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C105211002-dp(FILEminimizer).pdf

Download (182kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C105211002-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2027.

Download (869kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Sindrom nefrotik (SN) merupakan kelainan glomerular tersering pada anak, ditandai oleh proteinuria masif, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia. Defisiensi zinc diduga berperan dalam patogenesis SN melalui gangguan imunitas, stres oksidatif, dan kerentanan terhadap infeksi yang dapat memicu relaps. Namun, hubungan antara kadar zinc dengan albumin dan proteinuria pada anak dengan SN masih belum konsisten, terutama di Indonesia, sehingga diperlukan penelitian untuk memperjelas hubungan tersebut. Tujuan: Menganalisis kadar zinc serum pada anak dengan sindrom nefrotik serangan pertama, remisi, dan relaps, serta menilai hubungan kadar zinc dengan kadar albumin dan tingkat proteinuria di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 60 anak dengan sindrom nefrotik yang terbagi menjadi tiga kelompok: serangan pertama, remisi, dan relaps (masing-masing 20 anak). Pemeriksaan kadar zinc dilakukan di Laboratorium Penelitian RS Universitas Hasanuddin. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis, Chi-Square, dan korelasi Spearman dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil: Mayoritas subjek adalah laki-laki (81,7%) dengan median usia 64 bulan pada kelompok serangan pertama, 101 bulan pada remisi, dan 113,5 bulan pada relaps. Median kadar zinc pada ketiga kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p = 0,076), meskipun terdapat kecenderungan penurunan kadar zinc pada fase remisi dan relaps. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kadar zinc dengan kadar albumin (p = 0,249; r = 0,139) maupun proteinuria (p = 0,288; r = 0,151). Defisiensi zinc paling sering ditemukan pada fase relaps, diikuti remisi, dan paling sedikit pada serangan pertama. Kesimpulan: Kadar zinc serum anak dengan sindrom nefrotik cenderung menurun pada fase remisi dan relaps, namun tidak berbeda signifikan antar kelompok. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar zinc dengan albumin dan proteinuria. Pemantauan kadar zinc tetap penting karena defisiensi zinc dapat memperburuk imunitas dan meningkatkan risiko relaps pada sindrom nefrotik anak. Kata Kunci: Sindrom nefrotik, zinc, albumin, proteinuria, anak, relaps.

Keyword : Sindrom nefrotik, zinc, albumin, proteinuria, anak, relaps.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Nephrotic syndrome, zinc, albumin, proteinuria, children.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 04 Mar 2026 00:30
Last Modified: 04 Mar 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54300

Actions (login required)

View Item
View Item