Kejadian Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin = Prevalence of Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) Among Medical Students at Hasanuddin University


IHSAN, AISH SHAKILA MUFIDHAH (2025) Kejadian Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin = Prevalence of Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) Among Medical Students at Hasanuddin University. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011221276-Cover.png

Download (267kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011221276-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (636kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011221276-dp(FILEminimizer).pdf

Download (125kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011221276-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 November 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) merupakan perilaku melukai diri secara sengaja tanpa adanya niat untuk mengakhiri hidup, yang umum terjadi pada remaja dan dewasa muda, termasuk mahasiswa. Perilaku ini penting untuk diteliti, terutama di kalangan mahasiswa fakultas kedokteran yang cenderung menghadapi tekanan akademik yang tinggi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dan karakteristik Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 455 mahasiswa preklinik angkatan 2022–2024 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Hasil. Sebanyak 65 responden (14,3%) dilaporkan pernah melakukan NSSI. Bentuk perilaku yang paling sering dilakukan adalah membenturkan atau memukul diri sendiri (19,1%), diikuti menggigit kulit (14,4%) dan menggaruk dengan keras (13,5%). Sebagian besar responden pertama kali melakukan NSSI saat SMA (33,8%) dan 33,8% melakukannya kembali dalam enam bulan terakhir. Berdasarkan fungsi, rata-rata skor fungsi intrapersonal (mean = 14,88) lebih tinggi dibanding fungsi interpersonal (mean = 13,20). Kesimpulan. Perilaku NSSI ditemukan pada sebagian mahasiswa preklinik dengan fungsi utama sebagai pengaturan emosi dan pencarian kemandirian interpersonal. Hasil ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan dukungan kesehatan mental di lingkungan akademik, khususnya bagi mahasiswa kedokteran yang berisiko mengalami tekanan psikologis tinggi.

Keyword : Perilaku melukai diri; regulasi emosi; stres psikologis; kesehatan mental.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Self-injury behavior; emotional regulation; psychological stress; mental health.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 04 Mar 2026 00:21
Last Modified: 04 Mar 2026 00:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54295

Actions (login required)

View Item
View Item