K, AZA ANNISA RIATRI (2025) HUBUNGAN PENGGUNAAN SKINCARE DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA SISWA SMAN 1 SOPPENG = THE RELATIONSHIP BETWEEN SKINCARE USE AND THE INCIDENCE OF ACNE VULGARIS AMONG STUDENTS AT SMAN 1 SOPPENG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221248-Cover.jpg
Download (256kB) | Preview
C011221248-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (245kB)
C011221248-dp(FILEminimizer).pdf
Download (209kB)
C011221248-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Akne vulgaris merupakan peradangan folikel pilosebasea yang bersifat kronis dengan penyebab yang multifaktor dan bermanifestasi klinis berupa komedo, papul, pustul, nodul, serta kista (Adhi, 2017). Prevalensi penderita akne tertinggi di Indonesia yaitu sekitar 83-85% pada wanita usia 14-17 tahun dan sebesar 95-100% pada pria usia 16-19 tahun. Hadirnya produk perawatan kulit atau skincare bertujuan untuk mengatasi persoalan kulit wajah, menjanjikan wajah bersih, bebas jerawat, dan bebas dari minyak berlebih. Namun, pada masa sekarang, banyaknya variasi produk perawatan kulit justru menimbulkan permasalahan baru. Beberapa bahan aktif yang terdapat dalam produk perawatan kulit dapat memicu terjadinya iritasi, penyumbatan pori-pori, timbulnya jerawat, hingga reaksi alergi jika penggunaannya tidak sesuai dengan kondisi kulit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan skincare dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMAN 1 Soppeng. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional/belah lintang dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 1 bulan yang dimulai dari April hingga Mei 2025. Hasil: Penelitian yang dilakukan pada 310 siswa perempuan SMAN 1 Soppeng, menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan pembersih wajah terhadap acne vulgaris diperoleh nilai p = 0,705, sedangkan frekuensi penggunaan pelembab memiliki nilai p = 0,476 dan frekuensi penggunaan tabir surya memiliki nilai p = 0,497. Analisis berdasarkan karakteristik produk terhadap acne vulgaris juga memberikan hasil serupa, di mana pembersih wajah berdasarkan merek, jenis, dan bahan aktif memiliki nilai p = 0,726, pelembab berdasarkan karakteristik produk memiliki nilai p = 0,561 dan tabir surya berdasarkan karakteristik produk memeiliki nilai p = 0,487. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan skincare dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMAN 1 Soppeng.
Kata Kunci: Skincare, acne vulgaris, frekuensi penggunaan skincare.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Skincare, acne vulgaris, Frequency of skincare use. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 05:49 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 05:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54286 |
