FAHRIZAL, MUHAMAD (2027) Geologi dan Geokimia Batuan Granitik Daerah Radda Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara Povinsi Sulawesi Selatan = Geology and Geochemistry of Granitic Rocks in Radda Area, Baebunta District, North Luwu Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D061201062-SKRIPSI-COVER.png
Download (268kB) | Preview
D061201062-SKRIPSI-BAB 1-2.pdf
Download (989kB)
D061201062-SKRIPSI-DAPUS.pdf
Download (136kB)
D061201062-SKRIPSI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Pemetaan geologi secara detail dibutuhkan untuk memperoleh data geologi yang lebih akurat dalam skala lokal. Secara administratif, daerah penelitian terletak pada Daerah Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Secara astronomis, daerah penelitian terletak pada 120°14'00" - 120°18'00" Bujur Timur dan 02°32'00" - 02°35'00" Lintang Selatan. Pemetaan geologi dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan dan analisis sampel di laboratorium. Tujuan dari dilakukannya pemetaan geologi dan studi geokimia batuan Granit adalah untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai kondisi geologi dari suatu daerah yang meliputi geomorfologi, tatanan stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, dan potensi bahan galiannya sehingga mampu menghasilkan peta geologi daerah penelitian serta mengetahui karakteristik fisik, sifat geokimia dan tatanan tektonik batuan Granit. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan Denudasional, Satuan Geomorfologi Pedataran Denudasional, dan Satuan Geomorfologi Fluvial. Sungai yang berkembang pada daerah penelitian yaitu jenis sungai permanen, sungai periodik dan sungai periodik. Tipe genetik sungai daerah penelitian yaitu tipe genetik sungai konsekuen, subsekuen dan insekuen dengan pola aliran sungai yaitu dendritik. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi dapat disimpulkan bahwa stadia sungai dan stadia daerah termasuk stadia muda menjelang dewasa. Berdasakan litostratigrafi tidak resmi, stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan batuan dari urutan muda hingga tua yaitu satuan Aluvial, satuan Granodiorit dan satuan Batupasir. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah kekar non-sistematik, Sesar Geser Sinistral Radda dan Sesar Geser Dekstral Pasusoang yang terjadi setelah kala Pliosen. Potensi bahan galian pada daerah penelitian yaitu bahan galian batuan Granit, bahan galian batuan pasir berkerikil alami (sirtu) dan bahan galian batuan tanah merah. Pada daerah penelitian berdasarkan analisis megaskopis dan petrografi batuan Granitik memiliki tekstur kristalinitas holokristalin, granularitas faneritik, fabrik: bentuk euhedral-anhedral, relasi equigranular, struktur masif. Berdasarkan plotting kesebandingan berat (%) K2O dan SiO2 pada klasifikasi afinitas magma maka seri magma batuan Granitik daerah penelitian yaitu High K Calc–Alkaline. Berdasarkan komposisi dari SiO2 dan Na2O + K2O bahwa jenis batuannya termasuk Granite dan Granodiorite, batuan Granitik pada daerah penelitian termasuk ke dalam jenis Peraluminious dan I-Type Granite. Berdasarkan korelasi geokimia, tipe batuan, asosiasi mineral, dan lingkungan tektoniknya, maka pembentukan batuan Granitik pada daerah penelitian terjadi pada daerah Continental Arc.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Denudasional; Granitik; Sesar; Geokimia; Kerak Benua |
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Geologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 05:38 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 05:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54283 |
